Breaking News:

Global

AS Berharap Roket China yang Jatuh Tak Terkendali ke Bumi Tak Melukai Orang

AS menyuarakan harapan agar roket China yang jatuh tak terkendali ke Bumi tidak akan melukai orang.

(XINHUA via DW INDONESIA)
Roket Long March 5B meluncur dari Pulai Hainan, Cina, mengangkut modul Tianhe pada 29 Maret 2021. 

WASHINGTON DC, TRIBUNAMBON.COM - AS menyuarakan harapan agar roket China yang jatuh tak terkendali ke Bumi tidak akan melukai orang.

Long March 5B diluncurkan dari Stasiun Luar Angkasa Wenchang pada 29 April sambil membawa Tianhe, modul pertama dari calon stasiun luar angkasa mereka.

Dibutuhkan 11 misi untuk menyelesaikan pembangunan stasiun, yang rencananya akan diisi oleh tiga awak itu.

Namun pekan ini, bodi roket itu mengitari Bumi dan bersiap untuk masuk ke atmosfer bawah secara tak terkendali.

Pakar menyatakan, roket China tersebut tidak bisa diketahui lokasi jatuhnya hingga beberapa jam jelang mendarat.

AS pada Kamis (6/5/2021) menyatakan, mereka sudah melacak Long March 5B dari Pangkalan Udara Vandenberg, California.

Menurut keterangan Pentagon, meski sudah melakukan pelacakan, mereka tidak berniat menghancurkannya dari udara.

"Kami hanya berharap benda itu mendarat di tempat yang tidak sampai melukai orang," kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin.

Dilansir Sky News Sabtu (8/5/2021), Austin berujar dia berdoa supaya benda itu jatuh ke laut atau tempat sepi.

Austin kemudian melanjutkan pernyataannya dengan mengkritik Beijing, yang seharusnya menerapkan standar keamanan tinggi jika benda angkasa mereka jatuh lagi ke Bumi.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved