Breaking News:

Global

Pemilu Israel Masih Buntu, Netanyahu Gagal Bentuk Kabinet Baru

Bennett pernah menjadi sekutu Netanyahu dan menjadi Menteri Pertahanan, tetapi hubungan mereka sekarang buruk. Bennett pada Senin (3/5/2021) mengataka

(GALI TIBBON/POOL/EPA-EFE)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020). 

TEL AVIV, TRIBUNAMBON.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gagal membentuk kabinet baru, sehingga Presiden Reuven Rivlin mulai bertindak.

Rivlin pada Rabu (5/5/2021) bertemu dengan para pemimpin partai untuk mencaritahu, apakah ada anggota parlemen yang dapat membentuk kabinet baru untuk mengakhiri polemik ini.

Partai Likud sayap kanannya Netanyahu menang pemilu pada 23 Maret, dan dia memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan baru Israel.

Namun, tenggat waktu itu berakhir pada Selaa (4/5/2021) pukul 21.00 GMT dan Netanyahu berkata ke Rivlin bahwa dia tidak dapat memperoleh suara mayoritas di parlemen dengan 120 kursi.

Beberapa pakar politik pada Rabu memperkirakan, Rivlin akan memberi kesempatan pada pemimpin oposisi Yair Lapid, yang partai sentrisnya yaitu Yesh Atid menempati posisi kedua dalam pemilu Maret.

AFP mewartakan, Rivlin kemarin sudah bertemu dengan Lapid dan Naftali Bennett, yang partai Yamina-nya hanya menduduki tujuh kursi di parlemen.

Bennett pernah menjadi sekutu Netanyahu dan menjadi Menteri Pertahanan, tetapi hubungan mereka sekarang buruk.

Bennett pada Senin (3/5/2021) mengatakan, dia akan mencapai kesepakatan dengan Netanyahu tetapi menyiratkan perdana menteri tidak dapat mendirikan koalisi.

Rivlin memberi semua faksi Knesset tenggat waktu hingga 11.00 GMT untuk menyerahkan rekomendasi guna membentuk pemerintahan baru Israel.

Lapid mendapat dukungan dari banyak kubu yang disebut blok perubahan, seperti Partai Buruh sayap kiri, partai Meretz kiri-tengah, dan partai Yisrael Beitenu pimpinan Avigdor Lieberman yang sangat anti-Netanyahu.

(Kompas.com / Aditya Jaya Iswara)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved