Breaking News:

Global

India Sebut Varian Mutasi Ganda Jadi Biang Keladi Tsunami Covid-19

India menyebutkan, penyebab gelombang kedua Covid-19 di sana kemungkinan besar disebabkan oleh varian mutasi ganda yang pertama kali ditemukan pada Ma

(AP PHOTO/CHANNI ANAND)
Kerabat pasien meninggal Covid-19 tampak putus asa dalam prosesi kremasi di Jammu, India, pada Minggu (25/4/2021). Krematorium dan permakaman India kewalahan menangani banyaknya pasien meninggal virus corona yang bertambah cepat dari hari ke hari. 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM - India menyebutkan, penyebab gelombang kedua Covid-19 di sana kemungkinan besar disebabkan oleh varian mutasi ganda yang pertama kali ditemukan pada Maret.

Sampel dengan varian mutasi ganda B.1.617 telah ditemukan di beberapa negara bagian dan dalam jumlah kasus yang tinggi.

Namun, seorang pejabat di Pusat Pengendalian Penyakit Nasional India mengatakan, mereka masih belum bisa sepenuhnya menemukan korelasi antara varian mutasi ganda dan tsunami Covid-19 di India saat ini.

Melansir BBC, Kamis (6/5/2021), varian mutasi ganda adalah ketika dua mutasi bersatu dalam virus yang sama. Sementara itu,

India melaporkan 412.000 kasus baru dalam kurun waktu 24 jam pada Rabu (5/5/2021) dan 3.980 kematian akibat virus corona. Seorang penasihat ilmiah utama pemerintah India, K VijayRaghavan, mengakui bahwa para ahli tidak mengantisipasi keganasan lonjakan kasus virus corona di india.

Bahkan, dia memperingatkan bahwa India harus siap untuk menghadapi gelombang Covid-19 yang akan datang.

Tsunami Covid-19 di India saat ini telah melumpuhkan sistem perawatan kesehatan karena habisnya tempat tidur, oksigen, dan bahkan ruang krematorium.

Beberapa negara bagian di India menerapkan lockdown dan jam malam lokal. Tapi, pemerintah pusat enggan memberlakukan lockdown nasional karena khawatir akan berdampak pada perekonomian.

Varian mutasi ganda

Dari sekitar 13.000 sampel yang diurutkan, lebih dari 3.500 sampel ditemukan varian yang menjadi perhatian, termasuk B.1.617, di delapan negara bagian.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved