Senin, 25 Mei 2026

Global

Muncul Varian Covid-19 dari India, Singapura Perketat Pembatasan

Singapura bakal memperketat pengawasan dan pembatasan sosial di perbatasan mulai Sabtu (8/5/2021).

Tayang:
Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy
Ilustrasi 

SINGAPURA, TRIBUNAMBON.COMSingapura bakal memperketat pengawasan dan pembatasan sosial di perbatasan mulai Sabtu (8/5/2021).

Langkah tersebut diambil setelah negara itu mencatat adanya kasus varian baru virus corona pada Selasa (4/5/2021).

Salah satu kasus yang terdeteksi adalah varian baru dari India.

Pada Selasa, Singapura mengonfirmasi ada lima kasus Covid-19 baru yang didapat secara lokal sebagaimana dilansir Reuters.

Singapura kembali melaporkan lonjakan kasus Covid-19 selama sepekan terakhir setelah sebelumnya hanya melaporkan sangat sedikit kasus lokal.

Orang dengan riwayat perjalanan di negara berisiko tinggi dan yang datang mulai Sabtu dan seterusnya juga harus menjalani karantina selama 21 hari, bukan 14 hari. Pertemuan sosial juga akan dibatasi untuk lima orang.

Sementara gym dalam ruangan dan pusat kebugaran akan ditutup. Langkah-langkah baru tersebut merupakan pembatasan lokal yang paling ketat sejak Singapura mulai melonggarkan pembatasan pada pertengahan tahun lalu setelah lockdown parsial.

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong menuturkan, pihak berwenang tidak dapat mengesampingkan opsi penerapan lockdown parsial lagi jika situasinya memburuk.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, pemerintah Singapura sudah berupaya membatasi pertemuan para warganya.

Gugus Tugas Covid-19 Singapura memerintahkan, mulai Sabtu (1/5/2021), warga "Negeri Singa” membatasi acara kumpul-kumpul maksimal dua acara dalam sehari.

Jumlah yang berkumpul diminta agar sekecil mungkin dan tidak bertemu orang yang berbeda-beda.

Pusat-pusat perbelanjaan yang kerap ramai dikunjungi, seperti Lucky Plaza dan Peninsula Plaza, akan kembali menerapkan kebijakan ganjil-genap berdasarkan kartu tanda penduduk pada Minggu (2/5/2021).

Pemerintah juga telah menutup tempat-tempat yang berpotensi memicu keramaian terbuka seperti tempat BBQ dan berkemah yang terletak di taman-taman umum, rumah susun, kondominium, dan country club.

Pusat-pusat wisata seperti atraksi akan mengurangi kapasitas daya tampung pengunjung mulai dari 65 persen menjadi 50 persen.

Karyawan-karyawan dianjurkan tetap melanjutkan bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH).

(Kompas.com / Danur Lambang Pristiandaru)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved