Breaking News:

Global

Disemprot Sumpah Serapah di Medsos, China Minta Menlu FIlipina Jaga Etika

China mendesak Filipina pada Selasa (4/5/2021) untuk mematuhi "etika dasar" dan menghindari diplomasi megafon melalui media sosial.

PHOTO/FRANCIS R. MALASIG)
Menteri Luar Negeri China Wang Yi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin (kiri) menghadiri pertemuan di Manila pada 16 Januari 2021. (AFP 

BEIJING, TRIBUNAMBON.COM - China mendesak Filipina pada Selasa (4/5/2021) untuk mematuhi "etika dasar" dan menghindari diplomasi megafon melalui media sosial.

Seruan itu disampaikan setelah menteri luar negeri (Menlu) negara Asia Tenggara itu menggunakan pesan Twitter bertabur sumpah serapah, untuk menuntut agar kapal-kapal China meninggalkan perairan yang disengketakan.

Teodoro Locsin dikenal karena komentarnya yang sesekali terus terang dan tajam. Sebelumnya, Menlu Filipina itu melancarkan protes atas konflik Laut China Selatan terkait kehadiran ilegal ratusan kapal China di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 370 km Filipina.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri China mendesak Filipina untuk menghormati kedaulatan dan yurisdiksi negara, serta berhenti mengambil tindakan yang memperumit situasi.

"Fakta telah berulang kali membuktikan bahwa diplomasi mikrofon tidak dapat mengubah fakta, tetapi hanya dapat merusak rasa saling percaya," katanya.

"Diharapkan orang-orang terkait di Filipina akan mematuhi tata krama dasar dan posisi mereka saat memberikan pernyataan."

Kementerian mengutip komentar Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahwa perbedaan antara negara pada masalah individu seharusnya tidak memengaruhi persahabatan dan kerja sama.

"China selalu bekerja, dan akan terus bekerja sama dengan Filipina, untuk menyelesaikan perbedaan dengan baik dan memajukan kerja sama melalui konsultasi persahabatan," katanya.

China mengeklaim hampir seluruh Laut China Selatan dilalui sekitar 3 triliun dollar AS (Rp 43,27 kuadriliun) perdagangan melalui kapal setiap tahun.

Pada 2016, pengadilan arbitrase di Den Haag memutuskan bahwa klaimnya tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Saya tidak ingin provokasi terakhir sebagai alasan untuk kehilangannya, tetapi jika Wang Yi mengikuti Twitter maka saya minta maaf karena telah menyakiti perasaannya sendiri," kata Locsin di Twitter pada Selasa, mengacu pada pejabat tinggi diplomat Pemerintah China.

Duterte telah mengingatkan para pejabatnya bahwa tidak ada ruang untuk mengutuk dalam masalah diplomasi.

"Hanya presiden yang bisa mengumpat," kata juru bicaranya, Harry Roque, pada konferensi pers reguler.

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved