Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Basaleng

"Kalu ale basaleng baju neces, mooi, anana pasti iko mooi lai" (=bila perilaku Anda, orangtua, baik, demikian pun anak-anak kita).

Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Berjejer kompak, pendeta dan para tokoh Muslim 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Ini bukang soal basaleng baju neces, ka stel deng jengki di straat mata ampa par mati-mati galap" (=ini bukan tentang berpakaian rapi, celana panjang dan bergaya di perempatan jalan pada sore hari), melainkan tentang "tabiat" (=kelakuan) yang melekat pada seseorang dan "sadar ka seng akang turung ka anana" (=sadar atau tidak menurun ke anak-anak).

"Kalu ale basaleng baju neces, mooi, anana pasti iko mooi lai" (=bila perilaku Anda, orangtua, baik, demikian pun anak-anak kita).

"Lalu kalu ale kasih dong basaleng akang, dong hidop parsis kukis pisang te" (=dan bila Anda mengenakannya kepada anak, mereka akan hidup manis).

"Konci rekeng bagini, kas tinggal dong rumah ka dusung spotong, eso lusa dong bisa bakuhal" (=intinya mewariskan rumah atau dusun, kelak kemudian hari bisa timbul masalah), "mar kalu ajar dong hidop manis-manis, jang laeng lur laeng, seng boleh jalus, musti barbage, seng boleh pele orang jalang hidop, musti kuat deng sumbayang, dong pasti pegang akang sampe slama-lamanya amin" (=tetapi jika Anda mengajari mereka hidup rukun, jangan saling curiga, jangan membenci, harus berbagi, tidak boleh menghambat jalan hidup orang lain, harus tekun berdoa, mereka akan memegangnya sampai selama-lamanya).

"Akang pung tabula bale, kalu ale basaleng baju tarobe ka baju busu yang tikus su nisi akang, lalu ale basaleng anana deng akang, mo skang dong pake lai te" (=sebaliknya, bila Anda mengenakan pakaian yang sobek bahkan dimakan tikus, dan mengenakannya kepada anak, mereka tentu akan mengenakannya pula).

Hal-hal itu seumpama anda mengajari anak untuk "bakalai sa unju jago, jang biking bae, pawaru orang tatanamang, tanila dodeso di mata jalang, deng sagala rupa tabiat busu" (=berkelahi, jangan berdamai, merusakkan tanaman orang lain, menaruh jerat kepada saudara, dan perilaku buruk lainnya).

Lalu, "jang slak basaleng tar mandi lai" (=jangan berdandan tanpa mandi).

Artinya jangan berpura-pura manis, baik, sopan, padahal itu hanya di luarnya saja.

"Ingatang, biar pake baju tuju lapis lai mar pas anging dapa ciong katia bobou te" (=walau mengenakan tujuh lapis baju, bau ketek tetap tercium).

Jadi jangan berpura-pura manis "kalu hati rarobang" (=bila hati tidak tulus).

Jadi "tar perlu baju mahal, kalu ada baju lama-lama mar akang bagus, basaleng akang sa" (=tidak perlu pakaian mahal, bila ada pakaian lama yang masih bagus, kenakan saja).

Artinya kelakuan baik itu tidak dibuat-buat, apa yang sudah jadi laku hidupmu, itu saja yang diwujudkan dan diwariskan.

"Parcaya seng parcaya, kalu orang tatua pakeang bagus, biar spotong sa, mar anana cucu pake akang baku ganti" (=percaya atau tidak, bila pakaian yang dikenakan orangtua baik, walau hanya selembar, akan dikenakan anak cucu secara bergantian).

Artinya perilaku baik itu diwariskan ke anak cucu.

#Elifas Tomix Maspaitella (Eltom)

Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved