Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Jang Biking Diri Macang Tar Kanal Tuhan

Orang seperti ini yang "tar kanal Tuhan" (=tidak mengenal Tuhan) dalam arti "dengar A biking B" (=pengajaran yang didengar berbeda dari yang dilakukan

Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Tausiyah Ustad Atamimi dalam acara Berbuka Puasa Bersama di Kantor Kanwil Agama Provinsi Maluku 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Agama su ajar sagala yang bae, jadi jang biking diri macang tar kanal Tuhan" (=agama mengajarkan kebaikan, jadi jangan berlaku seperti tidak mengenal Tuhan).

Sebab "dalang banya hal" (=dalam banyak hal) orang suka berperilaku seakan-akan tidak memahami ajaran agamanya yang luhur, seperti "laeng sayang laeng" (=saling menyayangi/mengasihi), "laeng jaga laeng" (=saling melindungi), "jang binci sudara" (=jangan membenci), "jang taru kira orang pung salah" (=jangan menyalahkan orang lain), dan sebagainya.

Padahal "sabang hari" (=setiap hari) "stel neces par pi sumbayang" (=berpakaian rapih untuk pergi sembahyang/kebaktian), "kele Kitab Alhayat unju diri bae" (=memegang Kitab Suci seperti orang saleh), "dengar khutbah/riwayat, babatu jua mar sondor" (=mendengar khotbah dengan seksama tanpa bersuara/ribut), "la biking diri parsis tua bijaksana" (=berlagak seperti sang bijaksana).

Orang seperti ini yang "tar kanal Tuhan" (=tidak mengenal Tuhan) dalam arti "dengar A biking B" (=pengajaran yang didengar berbeda dari yang dilakukan).

Bila demikian, siapa yang salah? "Jang unju orang" (=jangan menunjuk orang lain) sebab "pengajarang deng guru seng salah" (=ajaran dan guru yang mengajar tidak salah), yang salah adalah diri sendiri sebab "biking diri batul" (=berlagak seperti orang benar) padahal hanya "par tutu salah" (=untuk menutupi kesalahannya).

Jadi kalu mau balajar "kanal Tuhan" maka setiap orang harus "bawa diri babae" (=menata pembawaan dirinya) "jang mata baliar ka kiri ka hati babengko ka kanang" (=jangan memandang ke kiri atau terpikat hati terhadap godaan di kanan) melainkan "bajalang lurus turut pengajarang yang El-hak" (=berjalan lurus mengikuti pengajaran Tuhan/Allah). (*)

Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved