Breaking News:

Dugaan Korupsi

Perkara PLTG Namlea Siap Naik Meja Hijau

Sapulette mengatakan, Penuntut Umum telah menyerahkan berkas perkara atas nama tersangka Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa kepada Pengadilan Tindak

TribunAmbon.com/Tanita
MALUKU: Pelimpahan Perkara PLTG Namlea oleh Jaksa Penuntut Umum kepada Pengadilan Negeri Ambon di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (28/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Setelah mengalami proses pasang surut penyidikan dan penetapan tersangka, perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan PLTMG 10 MV Tahun Anggaran 2016 di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Hal itu dibenarkan Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada TribunAmbon.com melalui pesan singkat di WhatsApp, Rabu (28/4/2021).

Sapulette mengatakan, Penuntut Umum telah menyerahkan berkas perkara atas nama tersangka Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada pengadilan Negeri Ambon, Rabu (28/4/2021).

“Benar hari ini Rabu, 28 April 2021, Penuntut Umum telah melimpahkan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah untuk Lokasi Pembangunan PLTMG 10 MV Tahun Anggaran 2016 di Dusun Jiku Besar Desa Namlea Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku atas nama tersangka F.T dan A.G.L ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon dan sudah diterima pelimpahan perkara tersebut oleh Pengadilan,” ungkap Sapulette.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega mengatakan, kasus tersebut telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru.

“Jadi karena penuntut umum katakan berkas perkara lengkap atau P21, maka penyidik langsung melakukan tahap II ke penuntut umum. Karena kasus ini TKP di Kabupaten Buru, sehingga yang bertindak sebagai penuntut umum dalam perkara ini adalah Kejari Buru sendiri. Nanti baru dibantu tim dari Kejati Maluku,” kata Rorogo, saat jumpa pers di kantor Kejati Maluku, Senin (26/4/2021).

Rorogo Zega menjelaskan, kasus ini mengalami proses yang cukup panjang bahkan telah mengalami pra peradilan sebanyak dua kali.

“Seperti rekan-rekan ketahui bahwa ada praperadilan yang pertama dan oleh pengadilan negeri Ambon telah menyatakan bahwa surat perintah penyidikan kita tidak sah kemudian penetapan penahanan tersangka pada waktu itu juga tidak sah,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Rorogo, tim penyidik melakukan penyidikan tahap baru kedua.

“Surat perintah penyidikan yang baru pada tanggal 7 januari 2021 naik untuk FT maupun AG, kemudian ini juga praperadilan oleh FT dan putusan praperadilan yang kedua sebagaimana bapak ibu tahu bahwa permohonan praper kedua ditolak,” ungkapnya.

Setelah praperadilan kedua ditolak, kemudian penyidik bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved