Jumat, 8 Mei 2026

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Skenario Evakuasi KRI Nanggala 402 dari Kedalaman 838 Meter

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan dua skenario evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 dari kedalaman 838 meter

Tayang:
via Grid.ID
KRI Nanggala-402. 46 menit setelah izin menyelam, kapal selam KRI Nanggala-402 menghilang. Sempat dipanggil selama satu jam, tapi tak ada respons. 

TRIBUNAMBON.COM -  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan dua skenario evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 dari kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut.

Dalam proses evakuasi, TNI AL akan meminta bantuan International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO).

Hal itu ia sampaikan di Pangkalan Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai.

"Pengangkatan nanti akan kita koordinasikan dengan pihak terkait khususnya di dalam organisasi ISMERLO," jelas Yudo, dikutip dari Tribun-Bali.com, Minggu (25/4/2021).
Ada beberapa metode yang dipertimbangkan untuk mengevakuasi kapal selam tersebut, tetapi masih didiskusikan lebih lanjut.

"Apa yang bisa dilakukan dengan kondisi seperti ini, karena dengan badan tekan yang masih utuh tadi. Apakah ditali, apakah ditusuk kemudian diangkat seperti jangkar itu bagaimana nanti akan kita bahas lebih lanjut," kata Yudo.

Kapal hasil evakuasi tersebut akan dibawa ke Surabaya.

"Seperti waktu paparan kemarin saya sampaikan begitu masuk sub-sunk tahap evakuasi, evakuasinya nanti kita tindak lanjuti ke Surabaya atau sesuai dengan permintaan keluarga, karena di Banyuwangi ini ada tiga orang," papar Yudo.

Baca juga: Istri Sertu Bah Yoto Eki Menolak Ucapan Belasungkawa, Yakin Suami Bertahan

Baca juga: Sebanyak 32 Warga Negara India Mendarat di Bandara Soetta, Imigrasi Langsung Bertindak Tegas

Baca juga: Kenangan Ayahanda Serda Pandu Kru KRI Nanggala, Belum Sempat Pakai Hadiah Sepatu PDL

Baca juga: Postingan Lama Heri Oktavian, Komandan Nanggala-402: Jika Masuk Berita, Mohon Doakan Kami

Waktu evakuasi belum dapat ditentukan

Yudo menjelaskan evakuasi bagi kapal selam di kedalaman 838 meter sangat langka, sehingga tidak dapat langsung diputuskan.

"Nanti kita diskusikan, tapi yang penting bahwa kita ada niatan untuk mengangkat kapal ini," jelasnya.

Dikutip dari Kompas.com, Yudo menyebut kecil kemungkinan awak kapal dapat diselamatkan seluruhnya.

"Kondisi dengan kedalaman 838 meter ini sangat kecil kemungkinannya awak kapal KRI Nanggala diselamatkan," kata Yudo.

Selanjutnya, seluruh awak kapal KRI Nanggala 402 akan diberi kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan.

"Dan itu akan kami akan ajukan secara berjenjang kepada bapak presiden yaitu berupa kenaikan pangkat dan segera kita akan proses," terangnya.

Penampakan Bawah Laut Lokasi KRI Nanggala 402

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menunjukkan penampakan bawah laut tempat kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Minggu (25/4/2021).

KRI Nanggala 402 telah dinyatakan tenggelam.

Penampakan kemudi horizontal kapal selam KRI Nanggala-402 di kedalaman 838 meter. KRI Nanggala-402 ditemukan dalam kondisi terpecah menjadi tiga bagian.
Penampakan kemudi horizontal kapal selam KRI Nanggala-402 di kedalaman 838 meter. KRI Nanggala-402 ditemukan dalam kondisi terpecah menjadi tiga bagian. (Dok TNI AL)

Sebanyak 53 awak kapal gugur dalam insiden tragis tersebut.

Badan kapal ditemukan dalam tiga bagian di kedalaman laut 838 meter.

"KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," kata Yudo Margono.

Konferensi pers tersebut menayangkan kondisi bawah laut tempat ditemukannya KRI Nanggala.

Video tersebut didapatkan kapal penyelamat asal Singapura, MV Swift Rescue.

"Ini adalah pakaian escape suit MK-11. (Video bawah laut) ini diambil MV Swift Rescue," jelasnya.

Tampak escape suit berwarna oranye yang sudah robek terjepit di pintu keluar kapal.

Baju keselamatan itu melambai-lambai disebabkan arus laut.

Penampakan bagian depan KRI Nanggala-402 yang terbuka berserakan di kedalaman 838 meter di bawah laut.
Penampakan bagian depan KRI Nanggala-402 yang terbuka berserakan di kedalaman 838 meter di bawah laut. (Dok TNI AL)

Diketahui escape suit hanya dikeluarkan saat kondisi darurat.

"Ini adalah badan kapal. Memang tidak terlalu terang," jelas Yudo.

Terlihat melalui video, gambar memang berwarna keabu-abuan akibat dalamnya laut.

Penerangan hanya bersumber dari senter yang terpasang di kamera.

Selanjutnya ada dua bagian kemudi.

Bagian tersebut termasuk buritan yang terlepas dari badan kapal.

"Ini adalah bagian belakang yang tidak berbadan tekan. Jadi ini adalah kemudi horizontal, ini kemudi vertikal," ucap Yudo.

"Ini bagian buritan yang lepas dari bagian utamanya yang berbadan tekan," lanjutnya.

Bagian ketiga yang lepas adalah depan kapal atau haluan.

Video tersebut kembali ditunjukkan dalam konferensi pers.

"Ini bagian haluan yang lepas," jelas Yudo.

Penampakan bagian depan (haluan) KRI Nanggala-402 yang terbuka berserakan di kedalaman 838 meter di bawah laut.
Penampakan bagian depan (haluan) KRI Nanggala-402 yang terbuka berserakan di kedalaman 838 meter di bawah laut. (Dok TNI AL)

Di badan depan ada beberapa bagian kapal yang terbuka berserakan.

Selanjutnya ditunjukkan pula bagian dalam kapal.

Dikutip dari Tribunnews.com, lokasi KRI Nanggala 402 berhasil dilacak KRI Rigel.

Rigel berhasil melakukan pemindaian secara akurat di lokasi temukan kapal selam buatan Jerman tersebut.

Pemindaian dilakukan dengan multibeam sonar dan magnetometer, sehingga berhasil didapatkan citra bawah air yang detail.

Untuk mengetahui kondisinya lebih detail, upaya pemindaian juga dilakukan kapal MV Swift Rescue.

Pemindaian itu dilakukan menggunakan robot bawah laut Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

 (TribunWow.com/Brigitta)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Skenario Cara Evakuasi KRI Nanggala 402 dari Kedalaman 838 Meter, Ditarik Tali atau Ditusuk Jangkar

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved