Selasa, 28 April 2026

Global

Australia Nyatakan Siap Bantu Indonesia Mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyatakan Australia siap membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402, yang hilang kontak di perairan u

Editor: Adjeng Hatalea
(CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO)
Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyatakan Australia siap membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402, yang hilang kontak di perairan utara pulau Bali.

Kapal selam buatan Jerman tersebut, dilaporkan sebelumnya sedang melakukan latihan torpedo di perairan itu, tetapi gagal menyampaikan hasil seperti yang diharapkan.

“Kami jelas sangat prihatin dengan laporan ini. Ini sangat meresahkan keluarga dan khususnya bagi TNI AL,” kata Payne kepada ABC News pada Kamis (22/4/2021).

"Kami telah mengindikasikan bahwa kami akan membantu dengan cara apa pun yang kami bisa. Kami mengoperasikan kapal selam yang sangat berbeda dari yang satu ini, tetapi Angkatan Pertahanan Australia dan organisasi Pertahanan Australia akan bekerja dengan operasi pertahanan di Indonesia untuk menentukan apa yang mungkin dapat kami lakukan.”

"Kami akan mendukung (negara) tetangga kami dengan cara apa pun yang kami bisa." Senator Australia Rex Patrick, mantan prajurit kapal selam, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam. Tetapi mengatakan dia yakin masih ada harapan. "Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi dalam situasi ini. Saya berharap yang terbaik pada teman-teman Indonesia kita, dalam upaya mereka untuk segera menemukan kapal selam itu,” kata Senator Patrick.

“Saya tahu bahwa RAN dan RAAF akan menawarkan semua dukungan yang tersedia untuk membantu Angkatan Laut Indonesia." "Ini adalah pengingat mengerikan tentang betapa berbahayanya layanan kapal selam". Departemen pertahanan Singapura tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya Panglima militer Hadi Tjahjanto mengatakan angkatan laut telah mengerahkan puluhan kapal untuk mencari daerah tersebut, termasuk kapal survei hidrografi, dan telah meminta bantuan dari Singapura dan Australia, yang memiliki kapal penyelamat kapal selam. Panglima militer Hadi Tjahjanto mengatakan kontak dengan kapal itu hilang pada pukul 04:30 waktu setempat pada Rabu (21/4/2021).

"Kami masih mencari di perairan Bali, 96 kilometer dari Bali, (untuk) 53 orang," kata panglima militer Hadi Tjahjanto kepada Reuters melalui pesan teks.

Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan kapal selam kehilangan kontak setelah diberikan izin untuk menyelam.

Dikatakan sebuah helikopter kemudian melihat minyak licin di dekat posisi awal penyelaman. Kapal selam itu dilaporkan membawa 49 anggota awak, komandannya dan tiga penembaknya.

Angkatan Laut mengatakan kegagalan listrik mungkin terjadi selama penyelaman, menyebabkan kapal selam kehilangan kendali dan menjadi tidak dapat melakukan prosedur darurat yang memungkinkannya untuk muncul kembali.

Dikatakan pihaknya yakin kapal selam itu tenggelam hingga kedalaman 600-700 meter.

KRI Nanggala-402 berbobot 1.395 ton dibuat di Jerman pada 1978, menurut situs sekretariat kabinet Indonesia. Kapal selam ini menjalani dua tahun reparasi di Korea Selatan yang selesai pada 2012.

Indonesia di masa lalu mengoperasikan armada 12 kapal selam yang dibeli dari Uni Soviet untuk berpatroli di perairan kepulauannya yang luas.

Tapi sekarang hanya memiliki lima armada, dua kapal selam Type 209 buatan Jerman dan tiga kapal Korea Selatan yang lebih baru. Indonesia berencana untuk mengoperasikan setidaknya delapan pada 2024.

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved