Breaking News:

Global

PM India Hindari Lockdown Meski Ada 200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari

Perdana Menteri India Narendra Modi, yang tahun lalu memberlakukan penguncian ketat dalam waktu singkat, meminta pemerintah negara bagian menghindari

(AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGH)
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh. 

NEW DELHI, TRIBUNAMBON.COM - Perdana Menteri India Narendra Modi, yang tahun lalu memberlakukan penguncian ketat dalam waktu singkat, meminta pemerintah negara bagian menghindari lockdown (penguncian ketat).

Padahal negara Asia Selatan itu bergulat dengan gelombang baru infeksi Covid-19 yang mengancam kebangkitan ekonomi. Negara Asia Selatan itu sekarang menjadi negara terparah kedua di dunia, hanya tertinggal dari AS.

Lebih dari 200.000 infeksi baru Covid-19 dilaporkan setiap hari selama enam hari terakhir.

"Saya mendesak negara bagian bahwa mereka harus mempertimbangkan penguncian sebagai opsi terakhir," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi Selasa malam (20/4/2021) melansir Bloomberg.

"Mereka harus dengan sungguh-sungguh mencoba untuk menghindari penguncian dan fokus pada pengendalian zona mikro." Ketika infeksi meningkat, sistem kesehatan negara ini makin kritis. Rumah sakit melaporkan kekurangan segalanya mulai dari tempat tidur perawatan intensif hingga oksigen medis. Melonjaknya kasus baru telah memaksa ibu kota keuangan dan politik India memberlakukan pembatasan pergerakan. New Delhi memberlakukan penguncian ketat enam hari mulai Selasa (20/4/2021).

Pada penguncian ketat pertama India pada akhir Maret tahun lalu, ratusan ribu pekerja melarikan diri dari kota.

Ribuan orang memenuhi terminal bus di Delhi awal pekan ini mencoba pulang setelah pendapatan mereka tiba-tiba mengering dengan penguncian baru.

Sementara itu, setidaknya enam dari 30 menteri utama India, dua menteri federal dan pemimpin oposisi Rahul Gandhi, semuanya dinyatakan positif terkena virus dalam beberapa hari terakhir. Indeks saham acuan negara itu jatuh ke level terendah sejak akhir Januari pada Selasa (20/4/2021).

Dengan kinerja mata uang rupee tercatat sebagai yang terburuk di Asia bulan ini, karena India menjadi pusat wabah baru di dunia.

(Kompas.com / Bernadette Aderi Puspaningrum)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved