Breaking News:

Ambon Terkini

Cegah Penggunaan Bahan Berbahaya, BPOM Ambon Uji Sampel Makanan Berbuka Puasa

Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, pengawasan dilakukan dengan cara mengambil sampel takjil yang kemudian akan diuji di laboratorium.

TribunAmbon.com/Ridwan
AMBON: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Ambon melaksanakan pengawasan makanan berbuka puasa di Pasar Kuliner Ramadhan di Jalan Sultan Babullah kawasan Masjid Raya Al-Fatah, Sirimau, Ambon, Senin (19/04/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Ambon melaksanakan pengawasan makanan berbuka puasa di Pasar Kuliner Ramadhan di Jalan Sultan Babullah kawasan Masjid Raya Al-Fatah, Sirimau, Ambon, Senin (19/04/2021).

Kepala BPOM Ambon, Hariani mengatakan, pengawasan dilakukan dengan cara mengambil sampel takjil yang kemudian akan diuji di laboratorium.

Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya cemaran mikroba dan kandungan formalin pada makanan seperti tahun sebelumnya.

"Sampelnya kita ambil, nanti dicek di laboratorium apakah mengandung bahan yang berbahaya atau tidak," ujarnya

Pengujian dilakukan dengan dua cara yakni menggunakan metode Rapid Test Kit dan Uji Higienis Sanitasi untuk mengecek kandungan makanan yang dijual.

Pedagang takjil  di kawasan Batu Merah, Kota Ambon sudah mulai membuka lapak dagangan mereka sejak pukul 13.00 WIT, Selasa (13/04/2021).
Pedagang takjil di kawasan Batu Merah, Kota Ambon sudah mulai membuka lapak dagangan mereka sejak pukul 13.00 WIT, Selasa (13/04/2021). (Muh Ridwan Tuasamu)

"Takjil yang berwarna mencolok ini kita takutkan mengandung pewarna ya, makanya akan kita uji lebih dulu," tandas Hariani

Selain mengambil sampel makanan, para pedagang takjil di pasar kuliner juga dibagikan celemek, masker, sarung tangan dan penutup makanan.

Pengawasan sudah berlangsung sejak awal Ramadhan lalu di beberapa kawasan, seperti di Kebun Cengkeh, Galunggung dan di Waiheru.

"Sudah sejak minggu lalu, hasilnya semua negatif mengandung bahan berbahaya," tutupnya

Rencananya pengawasan terhadap makanan berbuka puasa ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadhan berlangsung.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved