Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

RT dan RW Bakal Minta Warga yang Mudik Jelang Lebaran Tunjukkan Hasil tes PCR atau Swab Antigen?

Perlu koordinasi yang baik antar pemerintah pusat dan pemda yang mengawasi pelaksanaan peraturan larangan mudik.

Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku menjalani swab test menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Jumat (28/08/2020)   

TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah daerah (pemda) diminta tegas melarang warga mudik lebaran.

Anggota Komisi IX DPR Darul Siska mengatakan, pemda bisa meminta bantuan RT/RW untuk memantau orang yang datang di wilayahnya menunjukkan hasil test PCR atau swab antigen.

Darul mengatakan, jika hasil tes menunjukkan positif covid-19, masyarakat harus segera diisolasi.

Selain itu, menurut Darul, pemda bisa membentuk satuan tugas yang kerjanya mencegah orang masuk wilayahnya.

"Kecuali bisa menunjukkan bukti bahwa yang bersangkutan negatif Covid-19," kata Darul dalam pernyataannya, Sabtu (17/4/2021).

Darul juga berpendapat bahwa perlu koordinasi yang baik antar pemerintah pusat dan pemda yang mengawasi pelaksanaan peraturan larangan mudik.

Baca juga: Nekat Mudik Sebelum 6 Mei 2021 Bakal Dikarantina Selama 5 Hari

Baca juga: Kedai di Kota Ambon Ini Jualan Helm, Sehari Bisa Raup Untung Hingga Rp. 3 Juta Loh

Menurut dia, pemda yang tidak menegakkan SE Satgas Covid-19 patut dikenai sanksi. "Agar semua bertanggung jawab mencegah penularan Covid-19," tegas Darul.

Sementara itu Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku memahami suasana batin masyarakat yang ingin mudik saat Lebaran. 

Namun menurut Rahmad, masyarakat harus sabar dan bisa menahan diri. Saat ini kasus positif Covid-19 masih cukup tinggi.

Rahmad mencontohkan, India yang beberapa waktu lalu disebut berhasil mengendalikan covid-19, kemudian rakyatnya bereforia dengan mengadakan berbagai acara, sekarang kasus covid-19 di sana kembali naik.

Menurut Rahmad, kejadian di India harus jadi pelajaran.

"Kita masih jauh dari kata mengendalikan Covid-19. Kalau lengah, implikasinya akan berisiko terhadap kita. Libur panjang beberapa waktu lalu selalu berkontribusi meningkatkan sangat signifikan paparan Covid-19," ujarnya.

Rahmad mengapresiasi keputusan pemerintah memangkas cuti bersama Lebaran. Namun itu tidak cukup. Harus ada komitmen dari masyarakat untuk tidak mudik. 

"Kita butuh kerja sama yang kuat,"kata dia. 

Dia berharap masyarakat merayakan Idul Fitri di rumah masing-masing. "Selamatkan diri kita masing-masing, selamatkan saudara kita, orang tua kita, teman kita dari Covid-19," kata Rahmad. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved