Breaking News:

Nasional

BMKG Dorong Pemda Tingkatkan Mitigasi dan Kewaspadaan Warga Terhadap Bencana

BMKG juga mengajak Pemda agar semakin gencar mengedukasi dan melakukan sosialisasi terkait kesiapan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam.

Tribun Ambon/tanita_pattiasina
JEMBATAN MERAH PUTIH - Jembata Merah Putih di kawasan Tantui dan Posso, saat cuaca hujan deras di Kota Ambon, Senin (18/1/2021) pagi. BMKG dan situs Weather Channel memperkirakan hujan di kota Ambon hingga sepekan kedepan 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) meningkatkan kesiapsiagaan di wilayahnya terhadap potensi terjadinya bencana alam.

Kewaspadaan tersebut dapat diwujudkan dengan penyiapan rambu-rambu, jalur evakuasi, tempat evakuasi yang layak dan memadai, hingga gerakan penghijauan dengan tanaman yang tepat di tempat rawan bencana.

BMKG juga mengajak Pemda agar semakin gencar mengedukasi dan melakukan sosialisasi terkait kesiapan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam.

"Masyarakat juga harus ditingkatkan pengetahuannya mengenai bencana dan bagaimana melakukan evakuasi mandiri saat bencana terjadi," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4).

Baca juga: Jaksa Bakal Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pakaian Linmas Setelah Periksa Pemilik Toko di Bandung

Baca juga: Soal Listrik Padam di Telutih, Ombudsman Minta Warga Tebang Pohon yang Halangi Jalur Kabel

Himbauan tersebut secara khusus ditujukan bagi daerah yang berstatus rawan gempa dan tsunami seperti Mentawai, Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung, Selat Sunda-Banten, Selatan Jawa, Selatan Bali, Sulawesi Utara-Laut Maluku, Sorong dan Lembang.

Selain itu, Dwikorita beranggapan, masih banyak masyarakat yang menganggap sepele bencana alam.

Padahal, ancaman bencana alam seperti gempa bumi hingga tsunami tidak terprediksi.

"Jujur diakui bahwa masih banyak yang menganggap sepele hal ini. Padahal ancaman gempa dan tsunami ini nyata dan bisa sewaktu-waktu terjadi," ujarnya.

Menurut Dwikorita jalur evakuasi di daerah masih banyak yang kurang layak.

Hal ini, kata Dwikorita, dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan warga yang hendak mengungsi apabila memang dibutuhkan.

Dwikorita pun menilai kehadiran jalur evakuasi dan kesiapan warga dalam menghadapi bencana alam dapat mengurangi jumlah korban jiwa akibat bencana.

"Saya yakin, jika rambu-rambu tersedia, kondisi jalur evakuasi baik, ada shelter tempat evakuasi yang memadai dan layak, masyarakat dan aparat sudah sering berlatih evakuasi, bangunan menerapkan struktur tahan gempa, dan tata ruang sudah menghindari zona rawan, maka jumlah korban jiwa pasti akan jauh lebih sedikit," ujar Dwikorita.

(Kompas.com / Rahel Narda Chaterine / Dani Prabowo)

Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved