Breaking News:

Global

Pejabat China Akui Efektivitas Vaksinnya Cukup Rendah

Pejabat pengendalian penyakit China mengaku efektivitas vaksin Covid-19 buatan “Negeri Panda” cukup rendah.

(AFP/NOEL CELIS)
Calon vaksin corona Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). 

BEIJING, TRIBUNAMBON.COM – Pejabat pengendalian penyakit China mengaku efektivitas vaksin Covid-19 buatan “Negeri Panda” cukup rendah.

Pengangkuan langka itu mendorong negara tersebut untuk mempertimbangkan pencampuran beberapa vaksin Covid-19 sebagaimana dilansir New York Post.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pusat Pengendalian Penyakit China Gao Fu pada Sabtu (10/4/2021) melalui konferensi pers di Chengdu, China.

“Sekarang dalam pertimbangan formal apakah kami harus menggunakan vaksin yang berbeda dari jalur teknis yang berbeda untuk proses imunisasi,” kata Gao.

Sebagai contoh, vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Sinovac dari China memiliki efektivitas 50,4 persen dalam uji klinis di Brasil.

Sebagai perbandingan, vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech memiliki efektivitas 97 persen.

Di sisi lain, Beijing belum menyetujui vaksin asing untuk digunakan di dalam negeri.

Kantor berita AFP mewartakan, di China ada empat vaksin yang telah disetujui secara bersyarat, tetapi tingkat kemanjurannya jauh di bawah Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Beijing sendiri telah mendistribusikan ratusan juta dosis vaksin buatannya ke negara-negara lain sambil meragukan efektivitas vaksin virus corona yang dikembangkan Barat.

Gao mengatakan, para ahli tidak boleh mengabaikan vaksin berbasis mRNA hanya karena sudah ada beberapa vaksinasi yang jalan di China.

Halaman
12
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved