Breaking News:

Program Vaksinasi Covid-19 Bukan Satu-satunya Solusi Atasi Pandemi

Ahli epidemiologi dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan jika vaksin bukanlah solusi utama.

Muh. Ridwan Tuasamu
Ratusan pedagang kaki lima di Terminal Pasar Mardika, Kota Ambon, terima suntikan vaksin dosis ke-2, Selasa (06/04/2021) pagi. 

TRIBUNAMBON.COM - Ahli epidemiologi dari Griffith University di Australia Dicky Budiman mengungkapkan jika vaksin bukanlah solusi utama.

Vaksin memang menunjang pengendalian Covid-19, namun protokol kesehatan dasar yang telah dibuat sebelumnya justru yang lebih utama.

Vaksin, menurutnya bukanlah jalan singkat untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

"Imunitas butuh satu capaian jangka panjang dan relatif tidak cepat. Bahkan bisa jadi lima tahun keatas,"katanya saat diwawancarai, Sabtu (10/4/2021).

Banyak faktor yang memengaruhi dari program herd immunity. Di antaranya seperti resistansi pada vaksin, munculnya varian baru dan menurunnya efikasi vaksin.

Apa lagi didukung oleh fakta terkait belum tersedianya vaksin untuk anak. Serta belum diketahui seberapa besar efektifitas vaksin dalam mencegah penularan.

"Ketika vaksin mencapai threshold immunity, tidak berarti kita dekat pada akhir pandemi.
Oleh karena itu perlu mendudukkan peran vaksinasi secara tepat. Tidak berlebihan, sehingga tidak abai dalam strategi fundamental," katanya lagi.

Strategi fundamental yang dimaksud oleh Dicky adalah protokol kesehatan yang sudah sedari dulu dikampanyekan, yaitu 3T dan 5M.

Di sisi lain, tentu saja vaksin penting memberikan proteksi tiap individu untuk mengurangi gejala berat dan meminimalisir angka kematian.

Keberadaan program vaksinasi covid-19 yang digalakkan oleh pemerintah tentu menjadi harapan menanggulangi pandemi.

Di Indonesia sendiri program ini sudah dijalankan pada kelompok yang diprioritaskan.

Namun beberapa waktu lalu, program ini terkendala karena terjadinya embargo vaksin India.

Hal ini dikarenakan menyusul melonjaknya kasus Covid-19 di negara itu. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved