Global

Covid-19 Eropa Mengkhawatirkan, Perancis Kembali Lockdown Sebulan

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengumumkan penguncian/lockdown nasional selama empat minggu.

Editor: Adjeng Hatalea
Youtube Sky News Australia
Spanyol resmi melakukan penguncian secara nasional. Spanyol adalah negara Eropa kedua yang melakukan lockdown ini. 

PARIS, TRIBUNAMBON.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron mengumumkan penguncian/lockdown nasional selama empat minggu.

Langkah itu menunjukkan kekhawatiran negara itu bahwa Eropa sekali lagi kehilangan kendali atas pandemi.

“Kami melakukan semua yang kami bisa untuk membuat keputusan ini selambat mungkin, ketika itu sangat diperlukan. Itu sekarang, ”kata Macron dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (31/3/2021).

Pemimpin Perancis itu memohon kepada warganya untuk melakukan upaya ekstra saat penguncian mulai berlaku pada Sabtu (3/4/2021).

Akhir pekan ini, pembatasan akan dilonggarkan untuk memungkinkan pergerakan orang dalam perjalanan antar daerah selama liburan Paskah.

Aturan ini berbeda dengan kebijakan Macron sebelumnya.

Dia umumnya lebih menyukai pendekatan lokal, seperti yang juga dilakukan oleh Inggris. Tapi keberhasilan kebijakan itu kecil.

Penolakannya terhadap saran untuk tindakan yang lebih ketat, memunculkan risiko politik baginya setahun setelah pemilihan presiden.

Macron mengakui kesalahan dalam menangani pandemi.

Tetapi mengatakan bangsa itu belajar darinya. Minggu lalu, Presiden 43 tahun ini dengan tegas mengatakan tidak akan ada lagi kesalahan.

Bagaimanapun, penguncian memiliki biaya ekonomi, dengan 150.000 toko tutup.

Kementerian keuangan Perancis menghitung biaya, termasuk cuti dan keringanan pajak, akan naik 52,7 persen menjadi 11 miliar euro (Rp 187,3 triliun).

Menutup Sekolah Sementara untuk sekolah di Perancis akan ditutup selama tiga minggu, dari 12 April hingga 26 April.

Kebijakan ini sebelumnya terus dihindari Macron. Dia sangat bangga menjaga ruang kelas tetap berjalan.

“Kami adalah salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan sekolah tetap buka karena kami percaya pada investasi ini pada kaum muda, kaum muda kami perlu belajar dan tidak ada yang tahu konsekuensi sosial dan ekonomi jangka panjang yang akan ditimbulkan oleh penguncian terhadap mereka,” kata Macron melansir Bloomberg.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved