Breaking News:

KutiKata

Kolom Pendeta Eltom: Jang Parsis Lalamung

Sulit diajak keluar dari zona aman (the comfort zone) karena takut rugi, takut "ilang kesempatan" daripada "ilang hormat".

dok_GPI
Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas Tomix Maspaitella (46 tahun) 

JANG PARSIS LALAMUNG
(Kisah Para Rasul 11:22-26)

Kolom: Pendeta Elifas Tomix Maspaitella (Pdt Eltom)

ILUSTRASI: Padang Lalamun di laut
ILUSTRASI: Padang Lalamun di laut (padang lamun (sumber google))

ORANG yang bisa dipercaya itu "lidah seng makang badang" artinya kata-katanya lurus seperti tindakannya.

Apa yang diucapkan, itu yang dilakukan.

Sekali ia berkata "ya" sampai kapan pun tetap "ya", tidak berubah karena keadaan atau adanya pengaruh apa pun.

Ia konsisten dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Sikap hidup yang teguh itu membuat ia/mereka tidak seperti "lalamung iko aros" (=lamun, sejenis rumput di laut; aros=arus laut). Sikap seperti "lalamung" itu dicirikan orang yang tidak tegas pendirian.

"Aros ka kiri, balenggang ka kiri, aros ka kanan, lenggang ka kanan" (=orang ajak ke kiri atau ke kanan, mudah untuk ikut, tidak tetap pendirian).

Karena itu nasehat "jang parsis lalamung" mengandung pesan agar tetap teguh pendirian, karena ada kebenaran yang tidak boleh dibiarkan hilang/hancur begitu saja.

Orang yang teguh pada pendirian tidak akan takut menghadapi tantangan/ancaman, karena ia berpegang pada keyakinannya tentang kebenaran/kebaikan itu.

Halaman
12
Editor: Nur Thamsil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved