Virus Corona

Akhirnya Indonesia juga Tangguhkan Vaksin AstraZeneca setelah Temuan Kasus Pembekuan Darah di Eropa

Informasi yang beredar terkait pembekuan darah pasien di Eropa tidak disebabkan oleh vaksin Covid-19 AstraZeneca, Namun Indonesia tetap menangguhkan.

Editor: Fitriana Andriyani
(ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Pekerja kargo memasukan kontainer berisi vaksin Covid-19 AstraZeneca ke atas truk setibanya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (8/3/2021). Sebanyak 1.113.600 vaksin virus corona (Covid-19) jadi asal perusahaan farmasi Inggris 'AstraZeneca' tiba di Indonesia melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility yang selanjutkan akan diproses di Bio Farma, Kota Bandung. 

13 negara tunda vaksin AstraZeneca

Sebanyak 12 negara di Eropa dan satu negara Asia telah lebih dahulu menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca

Selain Indonesia, Thailand juga telah mengambil langkah yang sama. Dengan demikian ada dua negara di Asia yang menunda penggunaan vaksin produk AstraZeneca bersama Universitas Oxford itu.

Austria menjadi negara pertama yang menangguhkan penyuntikan vaksin virus corona AstraZeneca pada Senin (8/3/2021).

Penyebabnya, perawat berusia 49 tahun yang meninggal akibat pembekuan darah yang parah, beberapa hari setelah disuntik vaksin.

Namun pada Rabu (10/3/2021) EMA menyampaikan, penyelidikan awal menunjukkan kasus kematian perawat tersebut tidak terkait dengan vaksin AstraZeneca.

Berdasarkan kasus di Austria, sebagian negara di Eropa memutuskan untuk menangguhkan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca dengan alasan kehati-hatian dan pencegahan sambil menunggu hasil investigasi EMA.

Sepuluh negara lainnya adalah Denmark, Islandia, Norwegia, Spanyol, Italia, Bulgaria, Estonia, Latvia, Lituania, dan Luksemburg.

(Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Indonesia Tunda Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca".

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Menyelamatkan Bayi Baru Lahir

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved