Kamis, 21 Mei 2026

Pemukulan Wartawan

AJI Ambon Kecam Pemukulan Wartawan di Kantor Bupati Seram Bagian Barat

Menurut Koordinator Divisi Advokasi AJI Kota Ambon, Nurdin Tubaka, tindak kekerasan berupa pemukulan terhadap Yasmin telah mengancam kebebasan pers

Tayang:
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Courtessy / YT Maluku News TV
MALUKU: Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis malukunews.co, Yasmin Bali di kantor Bupati Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (4/3/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ambon mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis malukunews.co, Yasmin Bali di kantor Bupati Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (4/3/2021) siang.

Menurut Koordinator Divisi Advokasi AJI Kota Ambon, Nurdin Tubaka, tindak kekerasan berupa pemukulan terhadap Yasmin telah mengancam kebebasan pers seperti yang diatur dalam UU No 40 Tahun 1999.

"Ini bisa menyebabkan jurnalis tidak bisa bekerja leluasa di lapangan," kata Tubaka kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Minggu (7/3/2021) pagi.

Jurnalis mongabay.com ini memastikan AJI mendorong dan mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh korban.

Hal ini penting dilakukan karena penanganan sejumlah kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis di Maluku tidak tuntas. 

Kepolisian pun diminta untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak lagi ada kejadian serupa nantinya.

"Kepolisian Polres SBB dan Polda Maluku harus mengusut kasus tersebut sesuai aturan perundang-undangan," tegas pria yang akrab disapa Didin itu.

Berikut kronologis kejadian pemukulan jurnalis malukunews.co, Yasmin Bali;

Kejadian berlangsung di kantor Bupati Seram Bagian Barat (SBB) di Piru, Kamis, 4 Maret 2021, sekira pukul 15.00 WIT.

Awalnya, Yasmin bersama dua jurnalis lainnya hendak bertemu Sekd SBB, Mansyur Tuharea untuk wawancara. 

Namun, Sekda berada di lantai 3 kantor bupati untuk mengikuti seminar yang dihadiri Bupati SBB Yasin Payapo bersama staf ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mereka pun menuju lantai 3 untuk meliput pertemuan tersebut sekaligus ingin mewawancarai Sekda. 

Di ujung anak tangga lantai 3, mereka bertemu bupati. Seketika itu, bupati mengeluarkan perkataan yang melarang tiga jurnalis meliput kegiatan seminar. 

Ketiganya turun ke lantai 2, menunggu setelah Sekda melakukan wawancara usai kegiatan. Beberapa waktu kemudian, mereka kembali ke lantai 3 karena kegiatan sudah selesai. 

Yasmin masuk ke ruangan Sekda. sementara dua temannya menunggu di luar. Yasmin belum melakukan wawancara, tiba-tiba oknum Satpol PP menghampiri dan menyuruhnya keluar dari ruangan Sekda atas perintah bupati.

Akhirnya, Yasmin dan oknum Satpol PP itu berjalan keluar ruangan, disusul Sekda yang kemudian merangkul dan meminta Yasmin memahami "kondisi" saat itu. 

Sementara bupati berdiri tak jauh dari mereka. Yasmin sempat mengaktifkan HP untuk mengambil video bupati dan sekda serta suasana saat itu. Tiba-tiba, datang seseorang yang diduga orang dekat bupati bernama Galib Warang yang langsung menarik baju Yasmin dan memukulnya di bagian perut, tanpa alasan jelas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved