Breaking News:

Limbah Covid 19

Setelah Viral di Medos, Dinkes Kota Tual Bakar Limbah Covid-19, Asap Membumbung ke Langit

Tumpukan limbah medis itu kemudian dibakar oleh sejumlah petugas yang mengenakan alat pelindung diri.

TribunAmbon.com/ Henrik Toatubun
Petugas Dinas Kesehatan memusnahkan Limbah Covid-19 yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Dulah Utara, Kota Tual, Jumat (5/3/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun

TUAL, TRIBUNAMBON.COM – Viral limbah Covid-19 dibuang sembarangan di media sosial, Dinas Kesehatan Kota Tual langsung turunkan tim untuk memusnahkan sampah kategori berbahaya itu.

Tumpukan limbah medis itu kemudian dibakar oleh sejumlah petugas yang mengenakan alat pelindung diri.

Dari pantauan TribunAmbon.com di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Dulah Utara, Kota Tual, Jumat (5/3/2021), tampak satu unit alat berat mengeruk limbah itu dan kemudian petugas lainnya membakar limbah tersebut.

Asap dari pembakaran itu membumbung tinggi ke langit.

Petugas lainnya kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di area pembuangan limbah itu.

Pemusnahan limbah Covid -19 ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Tual setelah foto tampak tumpukan limbah berbahaya itu diunggah pemilik akun Tahai Duan Rasok, Rabu (3/3/2021) sore.

Baca juga: Dibuang Sembarangan, Limbah Covid-19 di Kota Tual Jadi Perbincangan Warga Net

Baca juga: Viral Limbah Sampah di Facebook, Dinkes Kota Tual Turunkan Tim Lacak Kebenaran

Dalam unggahannya, Tahai Duan Rasok juga mengkritisi pengolaan limbah Covid-19 yang menurutnya tidak sesuai  mekanisme yang diatur dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Lokasi dan fasilitas penguburan Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3) dan ayat (4) harus memenuhi persyaratan teknis, meliputi: a. bebas banjir; b. berjarak paling rendah 20 m (dua puluh meter) dari sumur dan/atau perumahan; c. kedalaman kuburan paling rendah 1,8 m (satu koma delapan meter); dan d. diberikan pagar pengaman dan papan penanda kuburan Limbah B3," papar Rasok dalam unggahannya.

Postingan itu langsung mendapat tangapan warganet, mereka menuding Dinas Kesehatan Kota Tual menyalahi aturan tentang pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Plt Kadis kesehatan Kota Tual, drg Maxie M.B. Tinggogoy yang ditemui TribunAmbon.com di kawasan TPA usai pemusnahan limbah berbahaya itu  menolak untuk dikonfirmasi.

"Nanti temui saya di kantor," jawab Kadis singkat.

Selanjutnya, dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Tinggogoy juga belum memberikan jawaban. (*)

Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved