Breaking News:

Limbah Covid 19

Viral Limbah Sampah di Facebook, Dinkes Kota Tual Turunkan Tim Lacak Kebenaran

Pemilik akun facebook Tahai Duan Rasok juga sudah dikonfirmasi mengenai kebenaran postingan yang berisi tumpukan sampah medis itu

Sumber: facebook Tahai Duan Rasok
Limbah medis Covid-19 berserakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Dulah Utara, Kota Tual, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Dinas Kesehatan Kota Tual turunkan tim untuk memastikan benar tidaknya postingan limbah Covid-19 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Dulah Utara, Kota Tual.

“Sudah kami investigasi dan lacak, juga komfirmasi dengan media,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual, drg Maxie,M.B. Tinggogoy kepada TribunAmbon.com melalui pesan singkat, Kamis (4/3/2021) siang.

Dia menjelaskan, pemilik akun facebook Tahai Duan Rasok juga sudah dikonfirmasi mengenai kebenaran postingan yang berisi tumpukan sampah medis itu, namun tidak memberikan jawaban.

Untuk itu, Dinas Kesehatan bersama Dinas Lingkungan hidup tengah mengecek langsung di lokasi seperti yang diungkapkan Tahai Duan Rasok di kolom komentar.

"Saya sudah pakai akun utama untuk menghubungi akun tersebut, tapi slow respon," ujarnya.

Baca juga: Dibuang Sembarangan, Limbah Covid-19 di Kota Tual Jadi Perbincangan Warga Net

Dia pun masih meragukan postingan tersebut, hingga kebenarannya dapat dipastikan.

“Tidak bisa mempertanggungkawabkan,” cetusnya.

Sebelumnya, sejumlah foto tampak limbah sampah Covid-19 viral di media sosial setelah diunggah Tahai Duan Rasok firal, Rabu (3/3/2021).

Dalam unggahan itu, Tahai Duan Rasok mengkritisi pemerintah Kota Tual lantaran membuang limbah Covid-19 secara sembarangan.

Menurutnya, pengelolaan limbah sampah itu tidak sesuai  mekanisme yang diatur dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Lokasi dan fasilitas penguburan Limbah B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3) dan ayat (4) harus memenuhi persyaratan teknis, meliputi: a. bebas banjir; b. berjarak paling rendah 20 m (dua puluh meter) dari sumur dan/atau perumahan; c. kedalaman kuburan paling rendah 1,8 m (satu koma delapan meter); dan d. diberikan pagar pengaman dan papan penanda kuburan Limbah B3," papar Rasok dalam unggahannya.

Postingan itu pun telah dibagikan ratusan kali dan mendapat beragam reaksi.

Limbah Covid-19 itu diduga berasal dari fasilitas kesehatan di Kota Tual, mulai dari rumah sakit, klinik, hingga puskesmas. (*)

Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved