Breaking News:

Virus Corona

Penggunaan Tali Masker Ternyata Kurang Aman, Ini Penjelasan Dokter Ahli

Pemakaian masker dilengkapi aksesoris “strap” atau tali menjadi tren di tengah masyarakat.

handover/fashion.prillylatuconsina
ilustrasi - Strap Masker ala Prilly Latuconsina Alias Inggit (instagram.com/fashion.prillylatuconsina) 

TRIBUNAMBON.COM - Pemakaian masker dilengkapi aksesoris “strap” atau tali menjadi tren di tengah masyarakat.

Bahkan, banyak pula warganet yang mencari dan menjual strap masker melalui media sosial dan toko online.

Penggunaan tali masker bukan tanpa alasan.

Ada untuk sekadar gaya-gayaan saja, ada pula untuk menjaga masker agar tidak kelupaan saat dilepas dan menghidari masker diletakkan di tempat tidak steril.

Menanggapi hal itu, dokter umum yang juga kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University Adam Prabata melihat plus minus terkait penggunaan strap masker.

Terutama terkait potensi penularan virus dari droplet.

"Strap masker dapat meningkatkan kenyamanan dan menjadi fashion, sehingga berpotensi meningkatkan angka penggunaan masker," ujar Adam dikutip TribunPalu.com dari Kompas.com, Rabu (24/2/2021).

Sementara di sisi lain, memakai strap masker berisiko droplet menempel di area dalam masker saat masker digantung dan ada risiko masker menempel ke pakaian dan terjadi kontaminasi silang.

Lantaran penggunaan strap agar masker tidak jatuh atau hilang, menyimpan masker dengan aman dan tepat juga dapat mencegah kita terpapar virus yang menempel pada masker.

Adam menjelaskan, ketika membuka masker perhatikan tata cara yang tepat agar tangan kita tidak menyentuh daerah yang menjadi tempat berkumpulnya virus.

Halaman
123
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved