Manfaatkan Waktu Luang seusai Daring, Siswa SMK Peroleh Omzet Rp 3 Juta per Bulan dengan Bertanam
Usai belajar daring Siswa SMK manfaatkan waktu luang dengan bertanam. Kini berhasil peroleh omzet Rp 3 juta per bulan di lahan milik orangtuanya.
Penulis: larasati putri wardani | Editor: Fitriana Andriyani
Bahkan ia juga menyediakan jasa antar bagi para pembelinya di medsos.
Dan ada juga yang membelinya langsung ke rumah.
Ia tampak bersyukur, lantaran hasil panennya untung.
"Puji Tuhan panen terung perdana cukup untuk modal beli lagi bibit sayur lain," ucapnya.
Uang penjualan tersebut kemudian digunakannya untuk membeli bibit sayur.
Diantaranya mentimun, pare, buncis, lombok keriting, dan kacang panjang.
Baca juga: Asyik Ngobrol, Pemuda Terkena Busur Panah di Paha Kanan oleh Orang Tak Kenal
Pembeli dari Luar Kampung
Dikutip dari Kompas.com, karena promosi yang ia lakukan di media sosial, kini pembelinya tak hanya dari kampungnya saja.
Bahkan hasil kebunnya tersebut kini telah merambah ke pasar di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai.
Omzet Rp 3 Juta Per Bulan
Dari hasil kebunnya, Yohanes memperoleh omzet Rp 3 juta setiap bulan.
"Sekarang saya sudah berpenghasilan Rp 3 juta sebulan," tutur Yohanes.
Ia juga bersyukur telah memiliki penghasilan sendiri.
Baca juga: Truk 18 Roda Tabrak Kereta Bahan Bakar Akibatkan Letusan Besar
Tidak Malu Jadi Petani
Dikutip dari Kompas.com, Yohanes berharap anak muda di seluruh Indonesia, terkhusus di Manggarai, untuk tidak malu menjadi seorang petani.
Yohanes tidak menyangka jika usahanya tersebut akan menghasilkan pundi-pundi uang.
"Saya awalnya tidak menyangka akan memperoleh penghasilan yang cukup dari tanam dan jual sayur," ujarnya.
Yohanes menambahkan, jika ia tekun dalam menjalani usahanya, hingga kini petik hasilnya.
(Tribunambon.com/ Larasati Putri Wardani) (Kompas.com/ Nansianus Taris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/yohanes-evan-dimas-saat-berada-di-kebun-milik-orangtuanya.jpg)