Breaking News:

Polisi Terlibat Narkoba

Tanggapan Kapolda Jawa Barat hingga IPW Atas Dugaan Narkoba yang Menyeret Kapolsek Astana Anyar

Ditangkapnya Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 anggota lainnya dalam kasus dugaan narkoba menuai reaksi.

TribunJabar.id
Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi 

TRIBUNAMBON.COM - Ditangkapnya Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, bersama 11 anggota lainnya dalam kasus dugaan narkoba menuai reaksi dari berbagai kalangan.

Namun dipastikan, Kompol Yuni akan dipidanakan apabila dia terbukti mengkonsumsi narkoba.

Tidak hanya itu, sanksi berupa pemecatan juga mengancam.

Berikut tanggapan atas kasus dugaan narkoba Kapolsek Astana Anyar mulai dari Mabes Polri, Kapolda hingga IPW sebagaimana dihimpun Tribunnews.com, Jumat (19/2/2021): 

1. Mabes Polri

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Senin (18/5/2020).
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Senin (18/5/2020). (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan sanksi pidana bagi Kapolsek Astana Anyar dan 11 anggota lainnya mmpertimbangkan rekam jejak dan prestasi selama berdinas.

"Setiap anggota Polri tentunya ada prestasi, berapa tahun dia dinas, apakah 20 tahun dia dinas? Kemudian tidak pernah melakukan pelanggaran, kalau dia melakukan pelanggaran, sifatnya sebagai apa?" kata Ahmad di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Profil Kompol Fajar Hari Kuncoro, Pengganti Kompol Yuni sebagai Kapolsek Astana Anyar yang Dicopot

Ahmad juga menuturkan, pihaknya juga akan mempertimbangkan terkait peran anggotanya dalam kasus narkoba tersebut, apakah mereka terlibat langsung sebagai pengedar atau hanya pengguna.

"Apa dia hanya pengguna yang baru sekali, nanti kita lihat track record dari yang bersangkutan bagaimana. Ini jadi pertimbangan dan kebijakan dari putusan pimpinan polri untuk memberi hukuman kepada yang bersangkutan," jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu pemeriksaan yang tengah dilakukan oleh Propam Polda Jawa Barat terkait kasus tersebut.

Halaman
1234
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved