Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP
Ucapan Duka untuk Husin Terus Mengalir dari Tual dan Maluku Tenggara, Minta Pelaku Dihukum Mati
Mereka turut merasa kehilangan salah satu anak cucu Banda Eli, Kepulauan Kei itu.
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.
TUAL, TRIBUNAMBON.COM - Kepergian M Husein Suat atau Sein Ratuanik (23) di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon, Kamis (11/1/2021), meninggalkan luka mendalam.
Tak hanya para keluarga namun juga semua yang menyayanginya.
Ucapan duka cita atas meninggalnya Sein Ratuanik mengalir dari banyak kalangan.
Mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini, meninggal dunia, setelah insiden pengeroyokan di tanjakan Poka JMP, sekitar 400 meter dari almamaternya.
Sein Ratuanik terbilang mahasiswa energik, aktivis kampus, seniman, dan juga model di Kota Ambon.
Ucapan belasungkawa itu juga datang dari sejumlah masyarakat Kota Tual, Maluku Tenggara.
Mereka turut merasa kehilangan salah satu anak cucu Banda Eli, Kepulauan Kei itu.
Bagi mereka, sekalipun tidak mengenalnya, darah Ain Ni Ain yang berarti satu punya satu dalam kekerabatan orang Kei itu mengalir kuat.
"Katong turut merasakan kehilangan. Orang-orang yang bunuh itu memang sangat biadab," ucap Roland (37).
Roland mengutuk keras aksi pembunuhan itu.
Dia meminta aparat hukum menghukum berat para pelaku. Harapannya, para pelaku bisa dihukum setimpal.
“Biar perlu nyawa ganti nyawa,” ucap dia.
Angki Ohoira juga menyampaikan hal yang sama.
Dia mengaku mengenal Sein, meskipun tidak begitu dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/sein_ratuanik_husin_suat_2021-02-15_at_0720_44_jpeg.jpg)