Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Ucapan Duka untuk Husin Terus Mengalir dari Tual dan Maluku Tenggara, Minta Pelaku Dihukum Mati

Mereka turut merasa kehilangan salah satu anak cucu Banda Eli, Kepulauan Kei itu.

dok_IG/sein_ratuanik
SEIN RATUANIK _ Mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon, yang tewas terbunuh usai penganiayaan di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) lalu. Polisi sudah menetapkan 6 tersangka di kasus ini, termasuk EN (31 tahun) pelaku utama yang buron empat hari. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.

TUAL, TRIBUNAMBON.COM -  Kepergian M Husein Suat atau Sein Ratuanik (23) di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon, Kamis (11/1/2021), meninggalkan luka mendalam.

Tak hanya para keluarga namun juga semua yang menyayanginya.

Ucapan duka cita atas meninggalnya Sein Ratuanik mengalir dari banyak kalangan.

Mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon ini, meninggal dunia, setelah insiden pengeroyokan di tanjakan Poka JMP, sekitar 400 meter dari almamaternya.

Sein Ratuanik terbilang mahasiswa energik, aktivis kampus, seniman, dan juga model di Kota Ambon.

Ucapan belasungkawa itu juga datang dari sejumlah masyarakat Kota Tual, Maluku Tenggara.

Mereka turut merasa kehilangan salah satu anak cucu Banda Eli, Kepulauan Kei itu.

Bagi mereka, sekalipun tidak mengenalnya, darah Ain Ni Ain yang berarti satu punya satu dalam kekerabatan orang Kei itu mengalir kuat.

"Katong turut merasakan kehilangan. Orang-orang yang bunuh itu memang sangat biadab," ucap Roland (37).

Halaman
123
Penulis: Henrik Toatubun
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved