Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Kembaran Husin Suat Kenang Almarhum Adiknya Sosok yang Cerdas dan Bijaksana

Menurutnya, Almarhum adiknya itu adalah pribadi yang jauh lebih bijak meski usianya lebih muda.

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Salama Picalouhata
Tribun Ambon/instagram
SEIN RATUANIK - Husein Sein Ratuanik (1997-11 Februari 2021) di sebuah kafe di Ambon. Mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti ini meninggal dunia usai dianiaya sekelompok pemuda di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wafatnya Muhammad Husin “Uceng” Suat alias Sein Ratuanit (23), mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, meninggalkan pilu bagi banyak pihak, tak terkecuali kembaran almarhum.

Sosok Sein memberikan kesan yang mendalam bagi kembarannya. Lantaran, Sein banyak memberikan motivasi.

Hasan Suat, saudara kembarnya menyebut almarhum adiknya, seperti motivator yang tidak kehabisan bahan untuk mendorong dirinya menjadi pribadi yang jauh lebih baik.

Almarhum bahkan sempat berjanji akan ikut ke Jakarta untuk membantu kakaknya dalam proses pembelajaran yang tengah dijalani.

Menurutnya, Almarhum adiknya itu adalah pribadi yang jauh lebih bijak meski usianya lebih muda.

Dia (alm) memiliki karakter yang kuat dengan wawasan luas, menjadikan dia jauh lebih cerdas dan bijak dalam menghadapi persoalan.

“Dia cukup kuat dalam menghadapi masalah, sementara saya agak lemah. Dia jua sangat berani dan percaya diri” ujarnya kepada TribunAmbon.com di rumah duka, Jumat (12/2/2021) siang,

.“Almarhum juga memiliki suara yang indah, dan itu didukung dengan kemampuan bergitar,” tandasnya.

Hasan tidak pernah menyangka adiknya pergi dengan cara seperti itu.

Baca juga: Tak Sangka Husin Pergi, Sejak Januari Kembar Identik Almarhum Mahasiswa Unpatti Saling Rekam

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Mahasiswa Unpatti ini Sempat Tampil dalam Peluncuran Rumah Produksi Liar

Baca juga: 3 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti Masih di Bawah Umur, 1 Berstatus DPO

Januari 2021 lalu, mereka kerap saling merekam pembicaraan saat melakukan panggilan telepon.

Sesuatu yang tidak biasa mereka lakukan sejak sang kakak pergi ke ke Jakarta untuk melanjutkan studi di Universitas Trisakti Jakarta Barat 2015 silam.

“Mungkin  itu pertanda, sejak 2021 kita saling merekam panggilan tanpa tahu maksudnya apa,” ujar Hasan.

Lanjutnya, dalam setiap pembicaraan  yang terekam itu, almarhum Husin terus mengingatkan Hasan untuk terus belajar. Tidak hanya dibangku kuliah, namun juga melalui berbagai kegiatan esktra kampus.

Almarhum Husin Suat tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon. Tewas setelah dianiaya oleh sekelompok pemuda diatas Jembatan merah Putih, Kamis 11/2/2021) dini hari.

Enam pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Satu tersangka diantaranya masih dalam pencarian. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved