Apa Itu Pemakzulan? Kini Dialami oleh Donald Trump
Pemakzulan yakni proses, cara, atau perbuatan untuk menurunkan seseorang dari jabatannya atau takhta.
TRIBUNAMBON.COM - Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pemakzulan adalah proses, cara, atau perbuatan memakzulkan.
Sementara, arti makzul yakni berhenti memegang jabatan atau turun takhta.
Sehingga, artinya pemakzulan yakni proses, cara, atau perbuatan untuk menurunkan seseorang dari jabatannya atau takhta.
Kasus yang kini ramai menjadi sorotan adalah pemakzulan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Persidangan pemakzulan Donald Trump digelar Selasa (9/2/2021) atau Rabu (10/2/2021) dini hari WIB akan dilanjutkan hingga tercapai keputusan akhir.
Setahun yang lalu, Trump dimakzulkan dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan, lalu untuk yang kali kedua atas tuduhan menghasut kerusuhan di Capitol AS pada Rabu (6/1/2021) kemarin.
Mengutip CNN, berikut ini fakta terkait sidang pemakzulan Donald Trump dihari pertama:
Pengacara Trump menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk berdebat tentang konstitusionalitas persidangan.
Bruce Castor Jr pernah mengklaim bahwa sidang pemakzulan di tingkat Senat tidak konstitusional karena Trump tidak lagi menjabat.
Castor berpendapat bahwa sidang pemakzulan Trump tidak konstitusional karena "objek Konstitusi telah tercapai" sejak Trump sudah keluar dari kantor.
Fakta Pertama, klaim ini menyesatkan.
Objek konstitusi dan keputusan yang dirujuk Castor tidak hanya mencakup pemecatan dari jabatan Trump.
Pasal 1 Ayat 3 Konstitusi menyatakan bahwa "keputusan dalam Kasus Impeachment (pemakzulan) tidak akan mencakup lebih dari pemecatan dari jabatannya dan diskualifikasi untuk memegang dan menikmati Kantor Kehormatan, kepercayaan atau Keuntungan di bawah Amerika Serikat."
Karena Konstitusi menguraikan dua keputusan dalam kasus pemakzulan, pernyataan Castor paling menyesatkan yakni yang menyatakan bahwa objek Konstitusi telah dicapai semata-mata karena Trump tidak lagi menjabat.
Meski Castor mengutip bagian yang relevan dari Konstitusi secara lengkap di awal pidatonya, dia secara tidak akurat mencirikannya dalam argumennya untuk inkonstitusionalitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/donald-trump-siap-berdamai.jpg)