Jumat, 10 April 2026

Protes Warga

Pasca Protes Warga, Bangunan Depan Area Kediaman Pangdam XVI Pattimura Dibongkar

Tidak ada rencana membangun gedung permanen di kawasan wisata tersebut. Namun hanya bersifat sementara sebagai tempat penyimpanan alat dan bahan

Penulis: Welem Sabonu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Helmy
AMBON - Tulisan bernada protes dari warga Air Salobar yang ditempelkan pada sejumlah bangunan yang baru didirikan di kawasan tersebut, Selasa (2/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Helmy Tasidjawa

AMBON,TRIBUNAMBON.COM – Pasca protes warga, Selasa (2/2/2021), sejumlah bangunan di kawasan wisata Air Salobar, tepat depan kediaman Pangdam telah dibongkar.

“Tapi sekarang sudah kami bongkar," kata Kapendam XVI PATTIMURA Kolonel Arm Stefie Nuhujanan dalam rilisnya Jumat, (5/2/2021).

Nuhujanan menjelaskan, tidak ada rencana membangun gedung permanen di kawasan wisata tersebut. Namun hanya bersifat sementara sebagai tempat penyimpanan alat dan bahan bangunan renovasi Baileo Emas Putih.

Bangunan sementara itu, lanjutnya dibangun dengan perizinan dari Badan Wilayah Sungai Provinsi Maluku.

"Memang ada bedeng sementara sebagai tempat penyimpanan alat alat bahan bangunan untuk renovasi Baileo Emas Putih," jelasnya.

Dia pun memastikan Kodam tidak sama sekali berniat mengusik apalagi menutup area yang kerap didatangi warga untuk menikmati pesona Teluk Ambon itu.

Pengerjaan Baileo Emas Putih malah bisa dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari ruang pertemuan di lantai satu dan ruang lantai dua yang tengah disiapkan untuk arena fitness untuk umum.

Warga Air Salobar Protes Adanya Pembangunan Di Kawasan Water Front City

"Kami tidak berniat untuk mengganggu tempat-tempat warga berekreasi di lokasi tersebut, justru kami sedang berupaya menjadikan tempat tersebut sebagai wahana rekreasi yang indah," jelas Kapendam.

Pihaknya juga membuat penanaman Terumbu karang termasuk  memasukan kendaraan bekas ke dasar laut untuk menjadi rumah ikan.

Disekitar lingkungan Baileo Emas Putih, sengaja dipasang pelampung warna putih yang dibawahnya di lengkapi jaring  Selebar 1,5 m yang menggantung di pelampung guna menahan sampah agar tidak masuk ke areal Taman Laut. 

Dengan demikian pembangunan dan pembenahan sarana yang ada justru akan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Sehingga akan meningkatkan perekonomian, terutama bagi masyarakat yang berjualan di sekitar tempat rekreasi tersebut.

"Pembangunan dan pembenahan sarana yang ada justru akan menarik minat wisatawan, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga Jalan dr. Malaihollo, Air Salobar, Nusaniwe, Kota Ambon melakukan aksi unjuk rasa di kawasan wisata Air Salobar. Aksi ini untuk menolak adanya pembangunan di kawasan tersebut Selasa, (2/2/2021).

Menurut mereka, pembangunan yang berlangsung di kawasan tersebut sangat meresahkan lantaran memperkecil tempat rekreasi wisata pantai warga kota Ambon.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved