Breaking News:

Lalu Lintas

DPRD Kota Ambon Sebut Alasan Satlantas Tutup Jalan Rijali Tidak Berdasar

Jalan Rijali, tepat di kawasan Skip, Kecamatan Sirimau disebut anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Jelly Toisutta bukan termasuk titik macet.

TribunAmbon.com/Fandi
LALU LINTAS - Perempatan Jalan Pattimura dan Jalan Rijali. Jalur yang ditutup menggunakan road barrier berubah menjadi area parkiran, Selasa (26/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM,- Perubahan lajur jalan Rijali menjadi satu arah dinilai Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Jelly Toisutta tidak berdasar. Pasalnya, alasan kemacetan yang dikemukakan Satlantas Polresta Ambon dan Pulau Pulau Lease tidak sesuai kenyataan.

Jalan Rijali, tepat di kawasan Skip, Kecamatan Sirimau disebutnya bukan termasuk titik macet.

“Mana ada kemacetan, saya lama tinggal disini,” kata  Toisutta kepada TribunAmbon.com, Kamis (28/1/2021) sore.

Menurutnya, justru tingkat kemacetan semakin tinggi diruas jalan Tulukabessy, imbas penutupan jalur menuju jalan Rijali.

Jalan Rijali selama ini menjadi jalur pemecah rute kendaraan agar tidak terjadi penumpukkan di sana.

“Malahan pengalihan itu menimbulkan kemacetan semakin parah di Tulukabessy hingga ke Belakang Soya,” papar pria yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat itu.

Baca juga: Jalan Tulukabessy Ambon Lancar, Kasatlantas Sebut Kekhawatiran Dishub Belum terbukti

Dia pun mempertanyakan kebijakan itu, apakah bagian dari rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus.

“Ini rekayasa atau peralihan?. Ini sudah satu minggu. Ini bukan rekayasa lagi tapi sudah proses pengalihan,” katanya mempertanyakan.

Sebelumnya, Kasatlantas Polresta AKP Ganesa Sinambela menyatakan, kemacetan di jalan Tulukabessy berkurang setelah pemberlakuan satu jalur dikawasan Skip. Sementara Jalan Rijali terpantau lancar.

“Menambah jarak dan waktu tempuh. Untuk sampai ke Tulukabesy kan melewati tiga lampu merah. Jadi sampai hari ini terlihat lancar,” jelasnya, Rabu (27/1/2021).

Hal itu dipastikan setelah hari ke enam evaluasi perubahan lajur yang disebutnya adalah rekayasa lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas itu akan berlaku permanen jika dalam evaluasi berikutnya efektif mengurai kemacetan.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved