Breaking News:

Kasus BNI

Terdakwa Kasus BNI Tata Ibrahim Ajukan Banding

Tata menolak putusan hakim dan menganggap dirinya tidak bersalah sehingga harus dibe­bas­kan dari putusan itu.

kompas.com Rahmat Rahman Patty
Bank BNI Ambon 

Laporan TribunAmbon.com, Ama P

AMBON, TRIBUNAMBON.COM– Tata Ibrahim yang divonis bersalah terlibat tindak pidana korupsi dan pembobolan rekening nasabah Bank BNI Ambon mengajukan banding.

Mantan staf di Divisi Humas itu divonis hukuman 13 tahun 6 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Ambon. 

Hakim menyatakan Tata bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Tata menolak putusan hakim dan menganggap dirinya tidak bersalah sehingga harus dibe­bas­kan dari putusan itu.

“Dalam fakta persi­dangan, perbuatan Tata adalah murni bisnis,” jelas Pengacara Tata, Adam Hadiba, Senin (25/1).

Katanya, hal itu terbukti dari fakta persi­dangan saksi Faradiba Yusuf yang mengata­kan, bahwa Tata murni bisnis dan tidak tahu menahu soal pembo­bolan dana nasabah di BNI Ambon.

“Sesuai fakta hukum, tidak ada hubungan Tata Ibrahim dengan pihak-pihak yang di­sam­paikan dalam putu­san hukum. Dalam fakta persidangan pun, saksi Faradiba menjelaskan Tata Ibrahim tidak tahu apa-apa soal itu,” kata Hadiba.

Dia juga menyebut, dalam putusan hakim ada perbedaan pendapat dari hakim. Hakim Jefry S Sinaga mengatakan, Tata tidak bersalah. Tata harusnya divonis bebas, lantra tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang disebutkan dalam persidangan.

Untuk diketahui, kasus pembobolan dana nasabah BNI Cabang Ambon senilai Rp 58, 9 miliar dilaporkan ke SPKT Polda Maluku pada 8 Oktober 2019 lalu, setelah hasil investigasi internal ditemukan adanya sejumlah transaksi dan investasi tidak wajar yang dilakukan Wakil Kepala BNI Cabang Ambon, Faradiba Yusuf.

Setelah dilaporkan, Faradiba kemudian ditangkap polisi di sebuah rumah di Citra Land di kawasan Lateri Ambon.

Saat penangkapan itu polisi juga ikut menyita uang tunai miliaran rupiah yang diduga merupakan hasil kejahatan Faradiba. 

Sementara itu, rekening Tata Ibrahim diduga menampung uang Rp 76,4 miliar yang ditransfer Faradiba Yusuf. Uang bernilai jumbo ini disebut hasil penjarahan bank berpelat merah itu.

Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved