Tokoh Lingkungan Maluku
Eli Kissya, 41 Tahun Menjaga Hutan dan Laut Negeri Haruku , Maluku Tengah
14.760 hari atau 41 tahun sudah, Eliza Marthen Kissya (71) keluar dari zona nyaman.
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: v
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun.
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - 14.965 hari atau 41 tahun sudah, Eliza Marthen Kissya (71) keluar dari zona nyaman.
Selama itupula Eliza yang akrab disapa Om Eli Sang Raja Iklim ini memilih tinggal di ewang atau hutan Negeri Haruku, menjaga hutan dan laut pulau itu.
Lelaki yang suka berpantun ini, merupakan Kepala Kewang (penjaga lingkungan) Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.
Kewang (penjaga lingkungan) merupakan gelar pemangku adat yang bertugas mengurus hukum adat laut, hutan dan sungai.
Baca juga: Intip Gaya Berpakaian Monita Tahalea, Musisi Berdarah Maluku
Eli telah berjuang melawan tambang, pemboman ikan dan ancaman-ancaman pada hutan, laut dan sungai selama 41 tahun jika dikalikan 365 hari dalam satu tahun, Om eli sudah hidup di hutan Haruku selama 14.965 hari.
Kepada TribunAmbon.com, yang menemuinya di Negeri Haruku, Sabtu (23/1/2021) ia berkisah mengapa ia memilih hidup di hutan dan menjaga laut, jauh dari pemukiman masyarakat.
Baginya, melestarikan habitat dan pembibitan mangrove, serta melestarikan habitat burung maleo dan penyu, merupakan aktivitasnya sehari-hari.
Selain itu sejumlah upacara adat juga dilestarikannya, seperti tradisi Sasi (bentuk larangan adat) Lompa.
Tradisi Sasi Lompa menurutnya, merupakan tradisi masa lampau yang berkaitan dengan ritual penangkapan ikan lompa (Trisina Baelama, sejenis sarden kecil).
Ia juga pernah menjadi relawan pada waktu konflik kemanusiaan di Maluku.
Baca juga: 14 penyelam Nusaniwe Diving community Bersihkan Laut Talake
Lelaki lulusan Sekolah Rakyat itu menjadi Kewang sejak tahun 1979, kecintaannya terhadap lingkungan sudah sejak ia kecil.
Selain hobi bernyanyi, Eli juga telah menulis ratusan pantun yang dibukukan di dalam bukunya dengan judul "Kapata Kewang Haruku dan Sasi Aman Haru Ukui".
Meski tinggal di hutan Om Eli juga tetap mengedukasi anak muda untuk mencintai hutan. Bahkan membangun sekolah lingkungan yang diberi nama Kewang kecil, rumah baca di Negeri Haruku, ia focus pada anak-anak dan remaja.
"Susah bicara dengan orang-orang tua, lebih baik dengan anak kecil. Mereka ibarat gelas kosong yang baru diisi, sehingga mudah tertanam," ujar Eli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/eliza-kissya-kewang-haruku.jpg)