Breaking News:

Ada 4 Gempa Magnitudo 5.0 di Maluku dalam 24 Jam Terakhir

7 bulan lalu, tepatnya Rabu (6/5/2020), gempa berkekuatan 7,3 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar, M

Ada 4 Gempa Magnitudo 5.0 di Maluku dalam 24 Jam Terakhir
Tribun Ambon/disaster_channel
CINCIN API - Peta dan sesar gempa di Nusantara. Maluku termasuk sesar atau kawasan rawan gempa bumi di Indonesia.

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Maluku Tenggara pada Rabu (20/1/2021) sekitar pukul. 13:28:57 WIT.

Jarak episentrum gempa dari Ambon, ibu kota Maluku, sekitar 211 km Barat Daya Maluku.

BMKG melansir gempa ini tak berpotensi tsunami.

Dari data yang dihimpun TribunAmbon.com, setidaknya terjadi empat gempa magnitudo 5.0 dalam 24 jam terakhir di wilayah perairan Maluku.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa 5.5 Magnitudo Guncang Tenggara Maluku

Otoritas peringatan bencana, BMKG mencatat keempat gempa ini terjadi di laut dalam, dan tak berpotensi tsunami

Berikut tiga gempa di wilayah Maluku lainnya dalam 24 jam terakhir.

  1. Rabu (20/1) dini hari, sekitar pukul 04:28:53 WIT, USSG, pusat pemantau geografi terbesar di dunia, mencatat gempa magnitudo 4.8.
  2. Selasa 19-Jan-21 14:01:03 WIT. Gempa Mag:5.2 SR,  Lokasi:7.48 LS-125.36 BT (208 km Barat Kisar-MBD, 293 km Barat Tiakur-MBD), Kedalaman:434 km ::BMKG-PGR IX
  3. Selasa 19-Jan-21 16:26:10 WIT, Mag:5.0, 1 Lok:1.77 LS,128.94 BT (138 km Tenggara HALMAHERASELATAN-MALUT), Kedalaman:10 Km.

Berada di garis cincin api dan laut dalam, Maluku termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang peling sering terjadi gempa.

Terakhir Tujuh bulan lalu, tepatnya Rabu (6/5/2020), gempa berkekuatan 7,3 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Gempa ini terasa hingga di Kota Ambon.

Kala itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin mengatakan, gempa yang berpusat di selatan Laut Banda itu dipengaruhi oleh adanya aktivitas subduksi laut Banda.

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved