Perikanan Maluku
Ini 10 Perusahaan Pengekspor Hasil Laut Maluku
Disperindag Maluku menyebutkan ke-10 perusahaan yang beroperasi di Maluku memberi PAD
Penulis: v | Editor: v
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Insany Syahbarwaty
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku menyebutkan presentasi ekspor hasil laut Maluku meningkat di tahun 2020.
Hasil laut Maluku yang diekspor ini dilakukan oleh 10 perusahaan pengekspor di Maluku.
Data Disperindag Maluku menyebutkan ke-10 perusahaan yang beroperasi di Maluku ini memberi sumbangan pendapatan asli daerah berupa retribusi perijinan perusahaan.
Baca juga: Nilai Eksport Maluku Naik 140,8 Persen, Wamendag: Produk Lokal Ada di Daerah, Kembangkan Itu
Sementara berdasar komoditasnya, udang jenis vinnamei shrimp paling banyak diekspor.
Untuk periode enam bulan pertama di tahun 2020 saja sebanyak 4,478 ton berhasil diekspor.
‘’Udang yang paling banyak diekspor disusul tuna dan kepiting, ‘’jelas Kadisperindag Maluku, Elvis Pattiselano, Senin (18/1/2021) kepada wartawan.
Selain udang, komoditi hasil laut yang disukai adalah tuna, kepiting, ikan kerapu dan ikan laying.
Meski banyak perusahaan ikan dan kapal tangkap yang beroperasi di perairan Maluku, namun hanya terdata 10 perusahaan yang paling sering melakukan aktifitas ekspor.
Baca juga: Lestarikan Tenun Tanimbar, Vista; Tenun Juga Menghasilkan Pundi-pundi Rupiah Selama Pandemi Covid-19
Ke-10 perusahaan ini yakni :
1. PT. Peduli Laut Maluku, dengan jumlah ekspor sebanyak 86 kali perJuni 2020, dengan total ekspor 218 ton tuna utuh.
2. PT. Wahana Lestari Investama dengan jumlah ekspor 54 kali perJuni 2020, dengan total ekspor 4,478 ton khusus udang.
3. PT. Air Biru Maluku, dengan jumlah ekspor sebanyak 50 kali perJuni 2020, dengan total eskpor 7,8 ton kepiting bakau.
4.PT. Putri Desi dengan jumlah ekspor 36 kali perJuni 2020, dengan total ekspor 10 ton kepiting hidup.
5. PT.Maluku Prima Makmur dengan jumlah ekspor 15 kali perJuni 2020 dengan total ekspor 244 ton tuna kuning beku.