Breaking News:

Narkoba di Lapas Maluku

Sepekan, 9 Napi dari 2 Penjara di Maluku Selundupkan Sabu dengan Botol Sabun dan Bungkus Rokok

Sabu ada yang menggunakan botol sabun cair ada pula yang menyelundupkan sabu dalam kemasan rokok filter dan kretek.

Penulis: Lukman Mukadar
Editor: Nur Thamsil Thahir
dok_infoditjenPAS
SABU - Barang bukti narkotika jenis sabu yang diungkap aparat dan sipir di LP Kelas IIa Ambon, pekan kedua Januari 2021. Peredaran dan penyelundupan narkotika golongan I ini kian marak di Maluku. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM —  Bukannya menurun, peredaran narkotika pada area penjara di Provinsi Maluku,  justru kian marak, awal tahun 2021 ini.

Dalam sepekan, jajaran sipir lembaga pemasyarakatan dan polisi mengungkap keterlibatan sembilan narapidana dan pemasok sabu jaringan dua lembaga pesakitan di Maluku; LP Kelas IIa Masohi (Maluku Tengah) dan LP Kelas IIa Kota Ambon.

Modus penyelundupan dan pengedaran zat adiktif ini juga kian lihai dan beragam.

Seperti modus -modus sebelumnya, para narapidana dan residivis ini memanfaatkan kerabat, keluarga, dan jaringan lama mereka dari luar penjara.

Ada yang menggunakan botol sabun cair ada pula yang menyelundupkan sabu dalam kemasan rokok filter dan kretek.

Di Situs resmi direktorat jenderal Lembaga Pemasyatakatan (ditjenpas), Minggu (17/1/2021) melansir kasus ini.

Humas LAPAS kls 2 Ambon 
Humas LAPAS kls 2 Ambon  (Kontributor TribunAmbon.com, Insany)

Di Lapas Kelas IIa Ambon, terungkap dua kasus dalam tempo empat hari.

Pada Kamis (15/1/2021), narkotika dikemas dalam botol sabun cair. Tersangka penyelundup sabu ini adalah Ft (31), narapidana kasus perudungan anak di bawah umur.

Kasus terbaru terjadi Minggu (17/1/2021). Empat narapidana tertangkap basah menyimpan

Empat narapidana (napi) terciduk usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu di sel tahanan mereka.

Keempat napi ini merupakan napi kasus narkotika itu berinisial SRR (40), AU (36), ERR (32) dan MP (24).

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Saiful Sahri menjelaskan kelima napi itu tertangkap saat coba menyelundupkan sabu dan satunya  saat penggeledahan.

“Kita bisa ungkap, karena kewaspadaan sipir. Yang bawa tidak dikenal dan belum pernah tercatat di buku registrasi,” kata bekas Kalapas Klas IIB Piru ini.

Beberapa jam usai penangkapan, sesuai prosedur, pihaknya melaporkan kasus temuan ini ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Sedangkan di Lapas Kelas IIa Masohi, kasus sejenis terungkap Sabtu (16/1/2021.

Hasil penyidikan awal, terungkap keterlibatan warga penjara. Mereka berinisial HR, MW dan YMK.

Di Masohi, candu bening haram ini dibungkus plastik bening dan dimasukkan dalam bungkusan rokok filter (Gudang Garam Surya) dan kretek (Djie Sam Soe).

Saat penggeledahan di rumah kedua pelaku ditemukan barang bukti 14 paket dalam bungkus rokok Gudang Garam Surya 16 batang dan 3 paket di  bungkus (rokok) Dji Sam Soe refill (isiulang).

Dari pengembangan, polisi menangkap dua tersangka lain,  HRT dan LRH. Mereka diciduk sekitar pukul 11.00 WIT di Jl Lintas Seram, tak jauh dari  Kampus Akademi Keperawatan Masohi.

Melalui Kasat Resnarkoba Iptu Andre Kakisina, Kapolres Malteng AKBP Rositah Umasugi mengkonfirmasikan kejatahatan narkoba di awal tahun ini

Data yang dihimpun TribunAmbon.com, Kejahatan narkoba dengan melibatkan warga hunian penjara di Maluku, sudah kesekian kalinya terungkap.

Kepala Lapas Ambon Saiful Sahri, misalnya, akhir tahun 2020 lalu melaporkan ada 120 napi terpaksa menjalani rehabilitasi khusus kecanduan narkoba.

Reahbilitasi dalam dua tahap. Januari hingga Juni 2020 dan tahap kedua Juli hingga Agustus 2020.

Hingga Desember 2020 lali, belum ada update tentang proses rehabilitasi penyelematan “generasi muda banga” di balik jeruji besi itu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved