Breaking News:

Sistem Error, Hanya 1 dari 15 Paramedis Lolos Vaksinasi di Puskesmas Tawiri di Ambon

Wajib vaksin yang tidak lolos nantinya harus mendaftar ulang agar dapat mengikuti vaksinasi gelombang kedua.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Nur Thamsil Thahir
Tribun Ambon/Fandi Wattimena
VAKSINATOR - Seorang vaksinator di Puskesmas Tawiri, Kota Ambon, menyuntikkan serum anti-Covid-19 merek Sinovac ke tenaga kesehatan di pusat kesehatan masyarakat level kecamatan dekat bandara Pattimura Ambon, Jumat (15/1/2021). Dari 15 tenaga paramedik di sini hanya 1 yang sukses 'jadi vaksinator' resmi. 

Sistem di Ambon Error, Cuma 1 dari 15 Paramedis yang Lolos Vaksinasi di Puskesmas Tawiri

AMBON, TRIBUNAMBON.COM, — Bukan karena takut atau ragu, ternyata hanya satu dari 15  paramedis di Puskesmas Tawiri, Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, yang sukses disuntik serum vaksin Covid-19 jenis Sinovac, di hari pertama vaksinasi tenaga kesehatan (nakes), Jumat (15/1/2021) pagi.

Ke-14 tenaga kesehatan ini sejatinya divaksin awal untuk kemudian menjadi vaksinator, atau tenaga penyuntik serum penguat ketahanan tubuh bagi masyarakat di Kecamatan Tawiri, Februari hingga April mendatang.

Empat belas tenaga medik dan paramedik lain, gagal karena sejumlah alasan.

Mulai dari sistem pendataan online yang error, tekanan darah diatas 150/50 mmHg, hingga kendala psikologis lain.

Satu tenaga kesehatan itu lolos tahapan registrasi dan screening kesehatan.

Setelah divaksin, kondisi nakes stabil. Hasil hingga tahapan observasi selesai.

Sementara 2 nakes yang telah lolos registrasi dinyatakan gugur tahapan screening lantaran tekanan darah diatas normal.

Syarat blood pressure yang laik dapat vaksin  berkisar 140/90  mmHg. 

Ini adalah ambang batas atas syarat untuk menjalani vaksin.

"Sehat, tapi tekanan darah naik," kata Kepala Puskesmas Tawiri, dr. Hasni Harusad kepada TribunAmbon, disela pelaksanaan Vaksinasi Tahap Pertama Nakes, Jumat siang.

Lanjutnya dijelaskan, jumlah Nakes yang terdata sebagai wajib vaksin di Puskesmas Tawiri sebanyak 15 orang.

Dari angka itu, hanya 3 orang yang lolos tahapan registrasi online. 

"Ini karena sistem error. Mungkin karena banyaknya nakes yang meregistrasi diri," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved