Breaking News:

Ambon Hari Ini

Wakili Murad, Sekda Maluku Bacakan Pesan Gus Yaqut di Ambon

Yaqut Cholil Qoumas, yang mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjadikan agama sebagai inspirasi

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: v
courtesy_humas_pemprov_maluku
KASRUL -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Kasrul Selang dan Kepala Kemenang Maluku Jamaluddin Bugis usai memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-75 tahun,di Aula Kantor Kemenag Provinsi Maluku, Jl Jenderal Sudirman, Ambon, Selasa (5/1/2021) lalu. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Kasrul Selang, membacakan pesan resmi dari Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut.

Mewakili Gubernur Maluku Murad Ismail, Kasrul memimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-75 tahun,di Aula Kantor Kemenag Provinsi Maluku, Selasa (5/1/2021) lalu.

Tak hanya wakli gubernur, Kasrul juga menjadi Inspektur Upacara.

Pesan itu adalah amanat tertulis dari Menteri Agama (Menag) RI yang baru dilantik Desember 2020 lalu.

Dalam pesanya, Yaqut Cholil Qoumas mengajak seluruh masyarakat agar dapat menjadikan agama sebagai inspirasi dalam membangun bangsa dan negara.

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut juga mengajak umat beragama untuk mengedepankan akal sehat dan hikmah atau kebijaksanaan, dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang.

"Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani mayoritas. Semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, dimana hak seseorang dibatasi oleh hak orang lain," tutur Gus Yaqut.

Baca juga: Kisah Kakek Sarman Penjual Sapu Lidi yang Pernah Kecopetan, Kini Dapat Donasi Rp 35 Juta

Di usia yang ke- 75 tahun ini, seluruh ASN dilingkungan Kemenag juga diajak untuk memaknai segala prestasi yang telah dicapai, dan menempatkannya sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik di masa mendatang.

"Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengawal tugas-tugas Kementerian Agama," ajaknya.

Peringatan HAB Kemenag yang mengusung tema "Indonesia Rukun" ini, sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan   kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

"Pengembangan toleransi dan kerukunan antarumat beragama, juga merupakan karya bersama para tokoh agama, para Menteri Agama dan aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Untuk itu, tanpa toleransi, maka tidak akan ada kerukunan," terang Gus Yaqut.

Menurutnya, toleransi dan kerukunan antarumat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Karena pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada  hak-haknya sendiri.

"Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi  beragama,  agar  toleransi  dan  kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved