Kenang Perjuangan Pahlawan Martha Christina Tiahahu, Upacara Digelar di Darat dan Laut
Polda Maluku gelar upacara untuk mengenang perjuangan pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu
Laporan kontributor TribunAmbon.com, Fandi
TRIBUNAMBON.COM - Mengenang perjuangan Pahlawan Nasional, Martha Christina Tiahahu, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggelar upacara peringatan.
Upacara diadakan di Karang Panjang, Kota Ambon, tepat di depan monumen srikandi asal Maluku itu, Sabtu (2/1/2021) pagi.
Adapun peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke-203 tahun itu dipimpin langsung Kapolda Maluku, Irjen Pol. Refdi Andri.
Kapolda didampingi Direktur Samapta, Kombes Pol Agus Pujianto dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Guntur.
Turut hadir Kasdam XVI Patimura Mayjen TNI Gabriel Lema, Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol M.Z. Muttaqien, Danlanud Pattimura Kolonel Pnb. Sapuan dan Forkopimda Maluku lainnya.
Baca juga: Amankan Nataru, Polda Maluku Kerahkan 2.000 Personel Gabungan
Kapolda dalam amanatnya menyatakan, sejarah perjuangan pahlawan menjadi penting untuk dikenang agar memotivasi generasi dalam membangun bangsa.
"Upacara yang dilakukan setiap tahun untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pejuang asal Maluku," kata Kapolda.
Di tempat berbeda, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Jan de Fretes melaksanakan peringatan serupa yang bertempat di atas Kapal Perang KRI Kerapu, yang bersandar di Dermaga Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon.
Peringatan tersebut dipimpin Komandan Lantamal IX Ambon, Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono dan dihadiri oleh Sekda Maluku, Wakajati Maluku, Staf Ahli Gubernur Maluku, Pamen Kodam XVI/Pattimura, dan Pamen Lanud Pattimura.
Setelah upacara, Wakapolda, Danlantamal dan Forkopimda menabur bunga di laut sebagai simbol mengenang jasa Martha Christina Tiahahu.
Sosok Christina Berani Tantang Belanda
Pahlawan Nasional asal Maluku itu lahir di Nusalaut, 4 Januari 1800.
Dia dikenal sangat berani menentang pasukan Kolonial Belanda.
Dalam perjuangannya, Christina kerap membawa tombak dengan ikat kepala merah yang menjadi ciri khasnya.
Baca juga: Mengenal Sosok Pahlawan Lingkungan dari Kota Manise, Sartini Wally
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/upacara-peringatan-hari-pahlawan-nasional-martha-christina.jpg)