Breaking News:

Satgas Covid-19 Ungkap Bahaya jika Lakukan Tes Swab Corona Tanpa Tenaga Medis

Koordinator Relawan Satgas Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengomentari aksi sejumlah artis yang melakukan swab tanpa pendampingan tim medis.

wartakota
Bunga Citra Lestari (36) menjadi salah satu pengisi acara dan membuka konser 'Romantic Valentine Concert With Ronan Keating', Pullman Hotel Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (29/2/2020) malam. 

TRIBUNAMBOM.COM - Saat ini tersedia tiga jenis tes corona yang sesuai strandar, mulai dari rapid tes, swab PCR dan swab Antigen.

Beberapa artis rutin melakukan tes virus corona sesudah mereka melakukan aktivitas di luar rumah dan bertemu banyak orang.

Tidak sedikit juga yang melakukan tes mandiri tanpa pendampingan tenaga medis.

Salah satunya Bunga Citra Lestari, dia melakukan tes untuk Vidi Aldiano.

Bunga Citra Lestari melakukan swab tes untuk Vidi Aldiano.
Instagram/bclsinclair
Bunga Citra Lestari melakukan swab tes untuk Vidi Aldiano.

BCL tampak memasukan alat swab ke dalam rongga hidung Vidi ALdiano dan Nino RAN.

Pasalnya, BCL bukan tenaga profesional untuk melakukan tes terhadap virus corona.

Tidak selesai sampai BCL saja, ada Edric Tjandra juga melakukan hal serupa.

Edric jelas-jelas mengaku melakukan tes swab antigen sendiri.

Dia mencolok hidungnya sendiri dengan alat swab di rongga hidungnya.

Baca juga: Sederet Tokoh dan Artis Beri Doa untuk Ustaz Yusuf Mansur yang Positif Covid-19

Baca juga: 6 Orang Ditetapkan Tersangka atas Kerumunan di Acara Rizieq Shihab, Termasuk Sang Pimpinan FPI

Edric Tjandra melakukan swab antigen secara mandiri.
Instagram/edrictjandra
Edric Tjandra melakukan swab antigen secara mandiri.

Grid.ID mencoba melakukan konfirmasi kepada Koordinator Relawan Satgas Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i apakah tindakan tersebut dianjurkan atau tidak.

Sebagai tenaga medis, dr. Adda'i tidak menganjurkan seseorang melakukan swab tes mandiri, bukan dilakukan oleh tenaga medis.

"Sangat tidak disarankan, engga boleh, saya sebagai tenaga medis melarang itu supaya tidak diikutin banyak orang. Udah pandemi ini engga selesai, ditambah gitu semakin banyak penularan, minimbulkan rasa aman yang palsu," kata dr. Muhamad Fajri Adda'i kepada Grid.ID melalui sambungan telepon, Rabu (9/12/2020).

Mengapa tidak disarankan?

Ada beberapa alasan yang dijelaskan dr. Adda'i, yang pertama teknik swab yang salah sehingga bisa menimbulkan false negatif atau negatif yang palsu.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Video Rombongan Gubernur NTT Pukul Pengendara di Jakarta Selatan

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved