Breaking News:

Widya Ajak Majelis Taklim Kepulauan Aru Ikut Perangi Stunting

Widya Pratiwi Murad Ismail, meminta dukungan seluruh Majelis Taklim di Kabupaten Kepulauan Aru, membantu Pemerintah Daerah memerangi stunting.

Kontributor TribunAmbon.com / Adjeng
Caption:  Duta Perangi Sunting (Parenting) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, meminta dukungan seluruh Majelis Taklim di Kabupaten Kepulauan Aru, untuk turut bersama-sama membantu Pemerintah Daerah memerangi stunting, Minggu (22/11/2020) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM – Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, meminta dukungan seluruh Majelis Taklim di Kabupaten Kepulauan Aru, untuk turut bersama-sama membantu Pemerintah Daerah memerangi stunting.

Hal tersebut disampaikan Widya saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Majelis Taklim Kabupaten Kepulauan Aru yang dipusatkan di Pendopo II Bupati Aru, Dobo, Minggu (22/11/2020).

Dia mengatakan, selain menjalankan fungsi sebagai lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan nonformal, Majelis Taklim juga bisa dimanfaatkan untuk edukasi tentang stunting.

Terlebih, keanggotaan Majelis Taklim diisi oleh kaum perempuan, lanjut dia, hal itu bisa menjadi sarana untuk mewujudkan perubahan perilaku di kalangan keluarga dan masyarakat.

"Saya harapkan ibu-ibu Majelis Taklim bisa ikut mensosialisasikan upaya pencegahan stunting. Mari sama-sama kita semua mensosialisasikan bagaimana pentingnya asupan gizi untuk makanan anak anak kita," ucap Duta Perangi Sunting (Parenting) Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail, di Pendopo II Bupati Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (22/11/2020).

Dia juga mengimbau agar para ibu-ibu Majelis Taklim di manapun berada, untuk bisa memanfaatkan potensi alam dan pangan lokal dalam pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

Baca juga: Cegah Stunting, Kemendagri Pilih Maluku Jadi Tuan Rumah Workshop Konvergensi

Baca juga: Update Corona di Maluku: Tambah 1 Pasien Covid-19 Meninggal, Total 55 Orang Per 19 November 2020

"Disini (Aru, red) kan umbi-umbian dan bahan makanan lokal lainnya. Salah satunya jagung pulut. Asalkan ibu-ibu mau berinovasi, ibu-ibu bisa membuat makanan olahan yang sehat untuk anak-anak," ujarnya.

Menurutnya, selain kaya dengan umbi-umbian, Kepulauan Aru juga kaya akan potensi kelautan. Dia menyarankan jangan menyepelekan kandungan omega 3 yang ada pada ikan, yang diketahui bisa mencerdaskan otak anak.

"Jadi, sekali lagi, ibu-ibu harus bisa berinovasi dan produktif. Tidak boleh malas masak. Saya juga sempat keliling Kota Dobo, dimana-mana ada ikan. Kita harus bersyukur, potensi ikan di Aru dan Maluku sangat banyak sekali. Untuk itu, sayang sekali jika kita tidak bisa memanfaatkan itu," terang dia.

Ia menambahkan, para orang tua yang masih memiliki anak-anak dibawah lima tahun (balita), jangan sampai lalai memenuhi gizi yang cukup buat anak-anaknya.

"Mulai hari ini, saya harap, setiap hari harus makan ikan dan sayur-sayuran. Ikan ini luar biasa manfaatnya. Tidak hanya untuk kecerdasan anak, tetapi juga untuk orang dewasa," ajak dia.

Baca juga: Tuntas 10 Bulan Dinas Sebagai Kapolda Maluku, Ini Kesan Irjen Baharuddin Djafar untuk Warga Maluku

Ia pun berharap, upaya pemberian asupan gizi yang cukup pada anak-anak, nantinya dapat mencegah dan menurunkan angka stunting di Kepulauan Aru.

"Jadi ibu-ibu, mari perhatikan asupan gizi pada anak, sehingga kita bisa mencegah anak-anak kita dari stunting. Jangan sampai ada kasus gizi buruk di lingkungan sekitar kita. Jangan lagi ada stunting di lingkungan sekitar kita," tandasnya.

(*) 

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved