Breaking News:

Mahasiswa di Ambon Serukan Boikot Produk Prancis

HMI Cabang Ambon, menggelar aksi unjuk rasa menyikapi pernyataan Presiden Prancis,

Kontributor TribunAmbon.com / Fandy
Foto Puluhan pengunjukrasa mendatangi Kantor Wali Kota Ambon dan menyerukan boikot produk Prancis 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, menggelar aksi unjuk rasa menyikapi pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina agama Islam.

Dalam aksi yang dilaksanakan di depan pintu pagar Kantor Wali Kota Ambon, pada Jumat siang, (6/11/2020) ini, pengunjukrasa menyerukan boikot seluruh produk asal Prancis yang beredar di Kota Ambon.

Massa pun mendesak Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy untuk mendukung seruan boikot tersebut.

"Pernyataan ini sudah melukai hati umat Islam di seluruh dunia termasuk Kota Ambon. Kami meminta Walikota Ambon, harus mengecam juga pernyataan itu dengan memboikot produk Prancis, " seru Koordinator Lapangan, Risman Soulissa dalam orasinya.

Menurutnya, pernyataan Emmanuel yang mengaitkan Islam dengan tindakan teroris di Wina, Austria, serta mendukung karikatur kartun Nabi Muhammad SAW adalah bentuk penginaan yang sangat melukai warga Muslim dunia.

Baca juga: Gubernur Maluku Beri Bantuan Kartu Maluku Cerdas kepada Masyarakat Buru Selatan

Baca juga: Tolak Dipindahkan, Penjagal Sapi di RPH Mardika Ambon Ancam Mogok Kerja 

Sehingga kecaman hingga aksi boikot produk asal Prancis diserukan dibanyak negara, termasuk Indonesia.

Untuk itu, dia meminta Wali Kota untuk segera menyatakan sikap dukungan.

Dia bahkan mengancam akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih besar jika Louhenapessy tidak menggubris tuntutan mereka.

"Bapak Presiden Indonesia Joko Widodo saja, mampu mengeluarkan statement kecem Presiden Prancis. Mengapa Walikota tidak bisa. Pokoknya, kami mau produk Prancis harus di Boikot. Kalau tidak kami akan lakukan aksi besar-besaran, " tandas dia.

Sempat terjadi kemacetan panjang sepanjang jalan A. Y Patty, lantaran massa menduduki area tersebut lantaran kesal tidak digubris pemerintah kota.

(*) 

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved