BMKG Ambon Sebut Oktober 2020 Maluku Memasuki Peralihan Cuaca, hingga Imbauan Cuaca Ekstrem
Stasiun Meteorologi BMKG Ambon memperkirakan peralihan musim penghujan ke musim kemarau dimulai awal hingga pertengahan Oktober.
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
TRIBUNAMBON.COM - Stasiun Meteorologi BMKG Ambon memperkirakan peralihan musim penghujan ke musim kemarau dimulai awal hingga pertengahan Oktober 2020.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi, Wilhemina Paays menyatakan dalam masa peralihan musim, biasanya akan terjadi cuaca ekstrem.
"Biasanya terjadi perubahan cuaca dalam waktu cepat, misalnya angin kencang, hujan lebat dikarenakan munculnya awan CB penyebab hujan. Angin kencang akan diikuti oleh gelombang tinggi," ungkap Paays, Selasa sore (29/9/2020).
Untuk itu, himbaunya, peringatan BMKG terkait cuaca juga perlu diantisipasi. Hal ini sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi.
Lanjutnya, sejumlah wilayah yang mengalami peralihan musim diantaranya, Pulau Ambon, Maluku Tengah dan Buru Selatan.
"Sementara di daerah lainnya malah sebaliknya, memasuki musim kemarau, antara lain Maluku Tenggara, Buru serta kepulauan tanimbar," katanya.
Musim kemarau sendiri diperkirakan berlangsung hingga Februari 2021, namun bisa saja akan lebih pendek atau panjang bergantung gangguan cuaca.
"Sesuai data Klimatologis, maka normalnya sampai bulan Februari. Tetapi jika ada gangguan cuaca Elnino maka kemarau lebih panjang sementara Lalina, maka akan lebih pendek," jelasnya.
Saat kemarau panjang, potensi terjadinya kebakaran hutan lebih besar akibat dari penyebaran titik panas diiberbagai wilayah.
"Selain kekeringan, potensi kebakaran harus diwaspadai," tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca.jpg)