Breaking News:

Virus Corona

Rp 58 Miliar Dana Covid-19 Maluku Sudah Tersalur, Gustu Akui Diaudit BPK

Sebanyak Rp 58 Miliar anggaran penanganan covid-19 sudah tersalurkan hingga September

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Insany

 TIBUNAMBON.COM -Sebanyak Rp 58 Miliar anggaran penanganan covid-19 sudah tersalurkan hingga September 2020 dari Rp 122 miliar yang dianggarkan hingga Desember. 

Sebagian besar digunakan untuk kebutuhan penanganan pasien dan bantuan sosial bagi yang terdampak pandemi.

Ketua gugus tugas pencegahan dan penanganan covid-19, Kasrul Selang kepada Tribunambon.com, Selasa (29/9/2020) menjelaskan besarnya dana ini ditangani bersama Dinas Sosial dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Maluku karena bagian dari gugus tugas. 

Pemkot Ambon Raup Puluhan Juta Rupiah dari Denda Pelanggar Prokes Covid-19

‘’Mereka yang terdampak ini menerima bansos sebesar Rp 300 ribu per kepala keluarga untuk pekerja harian, pekerja hotel, tukang ojek, mereka ini yang terdampak, dan diberikan secara bertahap hingga Desember nanti,’’ jelas Kasrul. 

Kendalanya adalah data yang sering berubah, sehingga harus kerja sama dengan pihak Polda supaya bisa ditangani duplikasi data ini. 

Sejauh ini menurut Kasrul sudah tersalur sebanyak 58 miliar dari 122 miliar yang disiapkan hingga Desember.

‘’ Sedangkan khusus untuk kabupaten /kota sudah tersalurkan 17 miliar,’’ jelas Kasrul. 

Awalnya Gugus Tugas menganggarkan 178 miliar yang diperoleh dari refocusing APBD Maluku

‘’Uangnya dari mana, ini masyarakat pikirnya uangnya dari pusat ke kita, padahal itu hasil refocusing anggaran atau diambil dari pos pembangunan karena adanya covid, maka dialihkan ke penanganan covid-19,’’ Jelas Kasrul.

Kasrul Selang menjelaskan, dana covid meningkat setelah menerima informasi dari berbagai kementrian yang akan membantu penanganan covid.

Kota Ambon Berstatus Zona Oranye Covid-19, PSBB Tetap Diberlakukan

Seperti penyediaan alat pelindung diri dari kementrian Kesehatan, akhirnya dana covid dari Rp 178 menjadi Rp 122 miliar. 

Pengawasannya jelas kata Kasrul, dari KPK, Kejaksanaan, inspektorat dan  BPK.

"Bahkan sekarang kita sedang diaudit oleh BPK, semoga akuntabilitasnya terjaga,’’ ujar Kasrul.  (*) 

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved