Sabtu, 11 April 2026

Duduki Badan Jalan, Pedagang Pasar Mardika Dinilai Bandel

Pedagang pasar Mardika dinilai bandel lantaran tidak mengindahkan arahan pemerintah Kota Ambon untuk segera menempati pasar sementara.

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Ratusan pedagang menggelar dagangan di badan jalan, kawasan Pasar Mardika Ambon 

Laporan TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Pedagang pasar Mardika dinilai bandel lantaran tidak mengindahkan arahan pemerintah Kota Ambon untuk segera menempati pasar sementara yang telah disiapkan di tiga lokasi.

Pedagang malah memindahkan dagangannya dibadan jalan raya tepat didepan area yang digusur.

Dagangan diletakan di meja yang dijejer tepat ditengah badan jalan. Hanya diberikan ruang kurang lebih dua meter di kiri dan kanan jalan untuk akses pejalanan kaki serta kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat tidak bisa lewat.

Akibatnya, selain kemacetan. Kendaraan roda empat, terkhusus angkutan kota terpaksa melewati jalur alternatif yakni melewati jalan Telukabessy.

"Sampai saat ini masyarakat masih belum sadar. TNI dan Polri sudah dilibatkan tapi mereka masih saja berjualan dibadan jalan," ungkap Kasatpol Pamong Praja Kota Ambon, Josias Loppies, Senin siang (28/9/2020).

Menurutnya, langkah persuasif telah dilakukan, namun pedagang tetap saja menggelar lapak dibadan jalan.

Ratusan pedagang menggelar dagangan di badan jalan, kawasan Pasar Mardika Ambon
Ratusan pedagang menggelar dagangan di badan jalan, kawasan Pasar Mardika Ambon (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Upaya tersebut ungkapnya bahkan melibatkan TNI Polri namun tidak juga efektif hingga kini.

"Langkah persuasif tetap diutamakan untuk menghindari persoalan baru," ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette memastikan akan menindak tegas para pedagang jika masih saja membandel.

Namun lanjutnya, sebelum penindakan tegas. Pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan terkait untuk membahas persoalan tersebut.

"Besok kita akan berkoordinasi dengan SKPD terkait serta TNI Polri untuk mencari solusi bagaimana supaya PKL yang sudah mendapat tempat bisa segera mengkosongkan jalan Pantai Mardika,"

"Tidak ada solusi lain selain mengosongkan jalan itu untuk akses keluar masuk terminal," tegasnya.

Tiga hari sudah pedagang menempati badan jalan Pantai Mardika, hal itu memicu protes para sopir angkot sejumlah trayek luar kota.

Para sopir pun menggelar aksi protes, Senin siang (28/9/2020) di Gedung DPRD.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, pedagang nekat berjualan di badan jalan setelah lapak mereka dibongkar petugas.

Mereka mengaku keberatan berjualan kawasan Passo dengan alasan sepi pengunjung serta jarak tempuh yg cukup jauh.

(*)

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved