Breaking News:

Penyaluran BLT Rp 600 Ribu Terkendala, Menaker Minta HRD Bantu Karyawan Mencairkannya

"Kami imbau pemberi kerja atau perusahaan untuk membangun komunikasi dan dialog dengan para pekerja terkait data rekening pekerja," ujar Ida Fauziyah.

Humas Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan bahasa Jepang secara daring bagi CPMI Tahun 2020 di Ruang Serbaguna, Kemnaker, Jakarta, hari Jumat (14/8/2020). 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, turut menanggapi soal subsidi gaji Rp 600.000 dalam program bantuan pemerintah, Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang belum cair.

Ida meminta pihak pemberi perusahaan agar proaktif membantu para pekerja dalam proses pencairan subsidi tersebut.

"Kami imbau pemberi kerja atau perusahaan untuk membangun komunikasi dan dialog dengan para pekerja terkait data rekening pekerja," ujar Ida dalam keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (7/9/2020).

Ia juga berharap perusahaan pemberi kerja, dalam hal ini HRD, memastikan agar karyawan yang sesuai syarat benar-benar mendapatkan hak subsidi.

Menaker Ida Fauziyah saat melakukan rapat kordinasi bidang ketenagakerjaan dengan Kadisnaker tingkat Provinsi se-Indonesia secara virtual di Jakarta, Senin (3/8/2020).
Menaker Ida Fauziyah saat melakukan rapat kordinasi bidang ketenagakerjaan dengan Kadisnaker tingkat Provinsi se-Indonesia secara virtual di Jakarta, Senin (3/8/2020). (Humas Kemnaker)

"Guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan."

"Sehingga penyaluran subsidi gaji atau upah dan tepat sasaran," jelas Ida, dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah sudah mencairkan tahap pertama subsidi gaji Rp 600.000 dalam bantuan BPJS sejak 27 Agustus 2020.

Pencairan subsidi gaji karyawan (BLT BPJS) dilakukan dilakukan bertahap hingga akhir September.

Menurut Ida, penyebab subsidi gaji itu tidak bisa disalurkan yakni adanya beberapa kesalahan dalam rekening penerima.

Bantuan senilai Rp 600 ribu tahap pertama cair mulai Kamis (27/8/2020) hari ini.
Bantuan senilai Rp 600 ribu tahap pertama cair mulai Kamis (27/8/2020) hari ini. (INSTAGRAM/@jelajahsolo-Tribunnews.com/Facundo Chrysna)

Seperti duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, hingga rekening tidak sesuai dengan NIK.

Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved