Breaking News:

Soal Polemik Dilarangnya Penggunaan Kata 'Anjay', Kak Seto: Tergantung Konteks dan Penggunaannya

Polemik tersebut juga turut ditanggapi oleh Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi hadir dalam media talk di Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019). Acara tersebut membahas cara pencegahan, pendampingan, pemulihan, dan penguatan oleh kelembagaan lembaga layanan terhadap perempuan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus. 

TRIBUNAMBON.COM - Kata anjay belakangan ini ramai diperbincangkan oleh publik.

Hal itu setelah sebelumnya Lutfi Agizal, seorang YouTuber membahasanya secara khusus soal kata tersebut.

Dalam konten itu ia membahas soal kata yang menurutnya tak pantas diucapkan.

Bahkan setelah konten yang ia buat tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) kemudian mengeluarkan larangan terkait penggunaan kata tersebut.

Kata Anjay dinilai memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak-anak.

Polemik tersebut juga turut ditanggapi oleh  Seto Mulyadi atau yang akrab disapa  Kak Seto, kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Menurut  Kak Seto, penggunaan kata anjay ini tidak bisa lepas dari konteks dan penggunaannya.

Interpretasi dalam suatu kata akan luas dan bermacam-macam tergantung dari sudut pandang yang dilihat.

"Sebetulnya kata itu ada atau tidak di kamus bahasa indonesia, tidak ada kan, jadi apapun kata yang diciptakan oleh sekelompok orang mungkin kata-kata gaul itu tergantung juga konteks dan penggunaannya."

"Kalau kemudian sebagai suatu persahabatan dengan senyum tentu dianggap tidak masalah."

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved