Minggu, 26 April 2026

Kades Bunuh Diri Tulis Pesan: Lebih Baik Berdosa Satu Kali Lagi daripada Setiap Hari Terpaksa Bohong

Saya melakukan ini dengan sangat terpaksa karena lebih baik berdosa satu kali lagi, daripada tiap hari melakukan kebohongan hanya karena terpaksa

Editor: Fitriana Andriyani
Pixabay
Ilustrasi Gantung Diri 

TRIBUNAMBON.COM - Kabar mengejutkan dari Sulawesi Barat. Seorang kepala desa ditemukan bunuh diri.

Padahal sudah minta izin tinggalkan rumah untuk bagikan BLT (Bantuan Langsung Tunai) ke warganya.

Kasus ini sedang ditangani polisi.

Sejumlah fakta mengejutkan setelah Kepala Desa Buangin, Kecamatan Rentebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulbar meninggal akibat gantung diri di pohon kopi, Senin (27/7/2020) pagi tadi.

Ada yang menduga Kades Buangin, Pelipus meninggal karena depresi terhadap persoalan yang dihadapinya sebab di bawah tekanan sejumlah warga di desanya.

Pria Bunuh Anak dan Istri dengan Tabung Gas, Berusaha Bunuh Diri setelah Beraksi tapi Selamat

Viral Bocah 8 Tahun Diculik, Ditukar dengan 4 Tabung Gas Elpiji 3 Kg, Disekap di Rumah Kosong

Namun hal ini terbantahkan setelah Pelipus dilakukan mediasi beberapa hari lalu.

Namun yang lebih mengejutkan, Pelipus menitip pesan kepada keluarganya melalui surat yang ditemukan oleh kerabatnya yang juga aparat di desanya bernama Gunawan di dalam lemari milik Pelipus.

Berikut fakta-faktanya termasuk keterangan resmi penyebab kematian seperti dirangkum repoter tribun-timur.com:

1. Isi Lengkap Surat

Berikut isi surat Pelipus kepada keluarganya;

Surat Pelipus buat Istri dan Anaknya
Surat Pelipus buat Istri dan Anaknya (TRIBUN TIMUR/SEMUEL)

"Pesan-pesan saya buat keluarga, kiranya apa yang terjadi pada saat ini tidak mempengaruhi hubungan atau tekanan keluarga.

Untuk istri tercinta (Elsi) jaga baik-baik Arga sama Dirga, sekolahkan dengan baik, maafkan aku yang belum bisa membahagiakan.

Buat ananda Arga/Dirga, sekolah yang baik agar tidak mengulang apa yang dilakukan bapak kalian, jangan sekali-kali masuk jalur politik karena tidak sesuai dengan ajaran agama kita.

Kalau kalian sudah besar nanti, jaga baik-baik ibu kalian kasihi dan sayangilah, maafkan saya, saya melakukan semuanya ini dengan sangat terpaksa karena lebih baik saya berdosa hanya satu kali lagi, dari pada tiap hari melakukan kebohongan hanya karena terpaksa.

Selamat tinggal semuanya, aku akan pergi untuk selamanya. Harapan saya semoga desa saya, daerah yang saya cintai lebih maju dan masyarakat akan sejahtera.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved