Sabtu, 18 April 2026

Satu Ekor Buaya Muara Diserahkan Warga Larike Maluku Kepada BKSDA Maluku

Warga Negeri Larike, Maluku Tengah,secara sukarela menyerahkan satu ekor buaya muara kepada (BKSDA) Maluku, Selasa (14/07/2020).

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
(Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng)
Warga Larike menyerahkan satu ekor buaya betina berukuran 130 cm kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM - Warga Negeri Larike, Maluku Tengah, Provinsi Maluku secara sukarela menyerahkan satu ekor buaya muara (Crocodylus Porosus)  kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Selasa (14/07/2020).

Penyerahan satwa liar yang dilindungi undang-undang ini didampingi petugas kepolisian dari Polsek Leihitu Barat.

“Warga Larike secara sukarela sudah menyerahkan seekor buaya muara, satwa liar yang dilindungi  Undang-Undang kepada petugas BKSDA. Penyerahan disaksikan juga petugas Polsek Leihitu Barat,” Kata Kepala Satgas Polhit BKSDA Maluku, Seto dalam keterangannya kepada TribunAmbon.com.

Buaya tersebut ditangkap warga Larike pada Sabtu (11/07/2020) sekitar pukul 11.00 WIT di Sungai Waiseket.

Ditangkapnya buaya tersebut karena wilayah Sungai Waiseket sering dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, seperti mencuci dan mandi sehingga ditakutkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sesuai dengan pers rilis yang dibagikan BKSDA kepada TribunAmbon.com, ini menjadi kali kedua aksi penangkapan buaya di sungai Waiseket.

Warga Larike menyerahkan satu ekor buaya betina berukuran 130 cm kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku.
Warga Larike menyerahkan satu ekor buaya betina berukuran 130 cm kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku. ((Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Adjeng))

Saat ini masih ada tersisa satu ekor buaya lagi yang masih berkeliaran di sungai tersebut.

Warga berharap BKSDA bisa segera menangkap dan memindahkan buaya tersebut agar masyarakat bisa leluasa melakukan aktivitas di sungai Waiseket.

Saat ini buaya tersebut tengah diamankan di Kandang Transit Passo untuk menjalani proses pemeriksaan kesehatan, karantina dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang sudah dilakukan oleh dokter hewan BKSDA Maluku diketahui bahwa buaya tersebut berjenis kelamin betina dengan panjang badan 130 cm dan dalam kondisi sehat.

Buaya tersebut akan dikarantina dan direhabilitasi terlebih dahulu sambil mencari lokasi yang cocok untuk dilepasliarkan.

Menurut Seto, rencananya akan dilepasliarkan buaya tersebut di kawasan konservasi Suaka Alam Sungai Nief di Kabupaten Seram Bagian Timur atau kawasan Taman Nasional Manusela, Kabupaten Maluku Tengah.

“Lokasi-lokasi tersebut merupakan salah satu habitat asli buaya muara yang berada di Pulau Seram,” Jelas Seto.

 (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved