Warga Prabumulih Tarik Uang Rp 6 Juta di Bank, Ternyata Kondisi Uang Tak Layak Edar

Uang tersebut tak layak edar lantaran potongannya tidak rapi, bagian tulisan nominal uang pun tampak tidak utuh.

serambi news
ilustrasi uang rupiah 

TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah warga Prabumulih, Sumatera Selatan, mendapati uang yang mereka terima dari bank maupun yang beredar di wilayahnya dalam kondisi yang rusak.

Mereka pun terkejut saat mengambil uang pecahan Rp100 ribu di bank lantaran kondisinya yang tidak layak edar.

Uang tersebut tak layak edar lantaran potongannya tidak rapi, bagian tulisan nominal uang pun tampak tidak utuh.

Tak hanya Rp 100 ribu, uang Rp 10 ribu yang beredar di wilayah tersebut juga dalam kondisi potongan tidak rapi, meski telah melalui beberapa kali proses,

Baik dari Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) lalu ke Bank Indonesia hingga ke bank-bank lain, tetapi masih beredar ke masyarakat.

 Putri Sulung John Kei Minta Maaf: Saya Mempunyai Harapan Besar Mengenai Perubahan Papah

 Tak Ingin Menjadi Beban untuk Orang Lain, Anang Hermansyah: Tuhan, Cabut Aku kalau Sudah Menyusahkan

 3 TKI Hilang Sejak April 2020 setelah Nekat Pulang Jalan Kaki dari Malaysia & Lewati Hutan Belantara

Epan, salah seorang warga yang tinggal di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih mengaku dirinya menemukan uang tak layak edar dengan kondisi terpotong pada Selasa (23/6/2020) lalu.

Epan mengaku kaget lantaran uang pecahan Rp100.000 yang diterimanya dalam kondisi terpotong atau rusak di mana di bagian sisi gambar nominal terpotong.

Bahkan uang rusak yang diterimanya tidak hanya selembar pecahan Rp100 ribu namun cukup banyak.

"Hari itu saya melakukan transaksi tarik uang di teller bank Sumsel Babel Rp6 juta dan semuanya dalam kondisi terpotong. Saat itu saya tidak menyadari uang dalam kondisi rusak," ungkap Epan ketika ditemui, Kamis (25/6/2020).

Epan mengatakan, setelah menarik uang dirinya lalu ke BRI Syariah untuk membayar angsuran rumah yang saat ini ditempati. Lalu setelah pulang dirinya kembali dihubungi pihak bank tempat membayar rumah karena uang yang disetor mengalami kerusakan.

Halaman
123
Editor: sinatrya tyas puspita
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved