Kamis, 9 April 2026

Waspada Adanya Telur Infertil yang Beredar di Pasaran, Ini Bahayanya Jika Mengkonsumsi

Penjualan telur infertil telah diketahui petugas, lantaran hal tersebut telah menyalahi aturan yang ada. Lantas apa itu telur infertil?

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Satgas Pangan Kota Tasikmalaya mendapati penjual telur infertil yang selama ini bebas menjual kepada konsumen di wilayah Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020). 

TRIBUNAMBON.COM - Penjualan telur infertil telah diketahui petugas, lantaran hal tersebut telah menyalahi aturan yang ada.

Hal tersebut terjadi di Kompleks Pasar Induk Cikubruk Tasikmalaya, Selasa (9/6/2020), pembongkaran penjualan telur infertil dilakukan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tasikmalaya.

Akibatnya, penjual telur diperiksa polisi.

Sedangkan barang bukti telur infertil disita oleh petugas.

Apa itu telur infertil?

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tasikmalaya Tedi Setiadi menjelaskan perihal telur infertil.

"Telur infertil atau hatched egg (HE) atau tertunas itu nantinya bakal menjadi anak ayam dan biasanya kalau pada suhu yang cocok bisa menjadi anak ayam," tutur Tedi Setiadi.

"Tetapi, selama ini disimpan di ruangan tidak cocok, makanya pertumbuhannya tak sempurna. Telur infertil menjadi mati dan akhirnya membusuk," lanjut dia.

Penjualan telur infertil ini, kata Tedi, melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

Dijual hampir setengah harga normal

Penjualan telur infertil di Tasikmalaya terbongkar berawal dari kecurigaan warga di Pasar Induk Cikubruk.

Mereka menginformasikan, ada pedagang baru yang menjual telur hampir setengah dari harga normal.

Harga telur ayam normal mencapai Rp 22.000 hingga Rp 24.000 per kilogram.

Namun, pedagang tersebut menjual seharga Rp 15.000 per kilogram.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari warga pasar yang memberitahukan ada salah satu pedagang telur baru di pinggir jalan yang menjual harga rendah Rp 15.000 sampai Rp 17.500," kata Tedi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved